Polres Banyuwangi Bentuk Tim "Urai Macan" Ramadniya

id operasi ramadniya semeru, tim urai macan polres banyuwangi

Polres Banyuwangi Bentuk Tim

Sejumlah anggota Tim Urai Macan mendapatkan fasilitas kendaraan roda dua dalam apel gelar pasukan Operasi Ramadniya (Foto Humas Polres Banyuwangi)

Ketika ada kemacetan, mereka diterjunkan untuk membantu mengurainya dan salah satunya akan dikonsentrasikan di sekitar Pelabuhan Ketapang karena pada arus balik nanti diprediksi akan timbul antrean kendaraan.
Banyuwangi (Antara Jatim) - Kepolisian Resor Banyuwangi membentuk Tim Pengurai Kemacetan dan Pembasmi Kejahatan (Urai Macan) yang diresmikan dalam apel gelar pasukan Operasi Ramadniya di areal parkir Pelabuhan ASDP Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin sore.

"Ketika ada kemacetan, mereka diterjunkan untuk membantu mengurainya dan salah satunya akan dikonsentrasikan di sekitar Pelabuhan Ketapang karena pada arus balik nanti diprediksi akan timbul antrean kendaraan," kata Kapolres Banyuwangi AKBP Agus Yulianto di Banyuwangi.

Menurut dia, tugas Tim Urai Macan yakni terjun langsung menuju ke sejumlah lokasi yang macet dengan mengendarai kendaraan roda dua, sehingga tim tersebut akan dibekali sepeda motor karena lebih efektif untuk menembus kemacetan, sehingga lebih cepat dan tim itu akan bertugas selama 24 jam.

Sedangkan Tim Pembasmi Kejahatan memiliki tugas yang berbeda dengan Tim Pengurai Kemacetan yakni petugas yang tergabung dalam tim itu akan dipersenjatai dan mereka sebagian ditempatkan di beberapa titik rawan kejahatan untuk menjadi penembak jitu (sniper).

"Sebagian lagi diperintahkan melakukan patroli untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang meninggalkan rumah untuk silaturahmi selama Lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah," katanya.

Agus menjelaskan kehadiran Tim Urai Macan menjadi satu dengan 900 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, Dishub, Satpol PP, ASDP, Pramuka, Senkom, Dinkes serta sejumlah unsur lain yang tergabung dalam Operasi Ramadniya 2017. 

"Personel gabungan tersebut akan bertugas di 18 pos pengamanan dan wisata yang tersebar di seluruh Kabupaten Banyuwangi yang biasanya dipadati wisatawan selama Lebaran," ujarnya.

Jalur gumitir yang menghubungkan Kabupaten Banyuwangi dengan Jember, lanjut dia, termasuk salah satu titik rawan, sehingga dikhawatirkan ada truk yang mogok, sehingga menganggu lalu lintas dan rawan longsor.

"Kami menempatkan personel di sana dan Pasar Genteng juga diantisipasi karena takut macet saat aktivitas pasar sedang sibuk-sibuknya," katanya.

Ia mengatakan pihaknya akan menyiapkan mobil derek di sejumlah titik rawan yang berfungsi untuk menarik kendaraan yang mengalami masalah di perjalanan, sehingga tidak menganggu kelancaran lalu lintas. 

"Di Pelabuhan Ketapang, personel Polairud Polres Banyuwangi, Polda Jatim dan Barharkam Mabes Polri ditambah TNI AL akan menggelar patroli perairan bersama selama masa angkutan Lebaran," katanya.

Petugas keamanan Pelabuhan Ketapang bersama petugas dari unsur kepolisian diterjunkan untuk melakukan pengawalan pelayaran demi mencegah tindakan kriminal yang mungkin terjadi di atas kapal.

"CCTV Pemkab Banyuwangi dan ASDP Ketapang telah terintegrasi dengan milik Polres Banyuwangi. Kami juga melibatkan drone untuk memantau situasi pelayaran yang secara intens dipantau oleh Kementerian Perhubungan dan Mabes Polri dengan kemampaun drone itu sejauh 8 kilometer," ujarnya.(*)
Pewarta :
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar