Kamis, 17 Agustus 2017

Pemkot Kediri Serahkan Bansos Warga Terdampak Sampah Rp1 Miliar

id bansos kota Kediri, Bansos Warga, Terdampak sampah, terdampak Sampah kota kediri, terdampak tpa, tpa kota kediri
Pemkot Kediri Serahkan Bansos Warga Terdampak Sampah Rp1 Miliar
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dengan warga penerima bantuan sosial di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (19/6) sore. (foto istimewa )
Dulu kompensasi Rp500 juta, sekarang sekitar Rp1 miliar. Ini karena 'Kopi tahu', yang menyampaikan warga pojok ingin dinaikkan, dan alhamdulillah akhirnya bisa dinaikkan dan yang penting bisa bermanfaat
Kediri (Antara Jatim) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, menyerahkan bantuan sosial pada warga yang terdampak sampah yang tinggal di sekitar tempat pembuangan akhir (TPA) kota ini, Kelurahan Pojok, Kediri.
     
"Dulu kompensasi Rp500 juta, sekarang sekitar Rp1 miliar. Ini karena 'Kopi tahu', yang menyampaikan warga pojok ingin dinaikkan, dan alhamdulillah akhirnya bisa dinaikkan dan yang penting bisa bermanfaat," kata Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar saat menghadiri acara pemberian bansos di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Senin sore.
     
Pemerintah kota, kata dia, juga sengaja memberikan bansos terutama pada warga yang tinggal di sekitar TPA. Jumlah penerimanya, ada lebih dari 3.000 KK yang tersebar di ring 1, II, dan III, di kelurahan tersebut.
     
Ia juga mengatakan, pemkot akan berupaya untuk berbenah terus, salah satunya di TPS dengan memanfaatkan teknologi, sehingga bisa mengurangi bau sampah. 
     
"Saya kedatangan tamu dari Jakarta dan mudah-mudahan segera mungkin nanti TPA bisa menjadi sumber energi listrik. Untuk saat ini, paling tidak mengurangi baunya, khususnya di ring satu, dua, dan itu tercium sekali baunya," ujarnya.
     
Saat ini, pemerintah kota juga berupaya mengelola sampah seperti memanfaatkan teknologi "Sanitasi renville" atapun dengan pengurukan.
    
Namun, ia tetap berharap tingkat kesadaran masyarakat akan sampah juga semakin tinggi. Selain tidak membuang sampah, juga bijak mengelola sampah. 
     
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan Kota Kediri Didik Catur mengatakan warga memang meminta untuk bansos berupa uang tunai, sehingga pemerintah kota juga memenuhi permintaan warga.
     
"Untuk besaran juga tergantung masing-masing ring, tidak sama. Bantuan ini setiap tahun ada, tapi tahun ini kami naikkan sedangkan penerima tetap," ujarnya.
     
Untuk pencarian anggaran, Didik mengatakan melibatkan pokmas (Kelompok masyarakat) di kelurahan, sebab mereka yang paling mengetahui warganya. Anggaran itu diberikan untuk warga penerima sesuai dengan data yang ada.
     
"Jadi, kami hanya mengirim dan memverifikasi data, untuk proses pencairan nantinya ke pokmas. Jika hari ini tidak cukup akan diselesaikan besok," kata Didik.
     
Proses pencarian bansos itu dilakukan di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, dengan langsung mengundang warga di RT terdampak. Prosesi seremonial diserahkan Wali Kota pada warga penerima dan setelah kegiatan selesai, seluruh warga antre ke masing-masing petugas untuk mendapatkan bansos.
     
Selain pemberian bansos, acara tersebut juga sekalian dengan buka bersama. Acara juga berjalan dengan tertib dan lancar. (*)

Editor: Tunggul Susilo


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.1513 seconds memory usage: 0.6 MB