Sabtu, 24 Juni 2017

TKI Asal Sampang Kehilangan Kontak di Arab Saudi

id TKI Sampang
TKI Asal Sampang Kehilangan Kontak di Arab Saudi
Keluarga TKI asal Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur yang kehilangan kontak dengan TKI Amidah di Arab Saudi. (Abd Aziz)
Sebelum kehilangan kontak, Amidah sempat berkirim surat kepada keluarganya meminta foto-foto keluarganya yang ada di Sampang
Sampang (Antara Jatim) - Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Sampang, Jawa Timur yang bekerja di Arab Saudi sudah setahun kehilangan kontak, dan hingga kini belum diketahui kabar beritanya.

TKI yang bekerja di Arab Saudi itu bernama Amidah (37) asal Dusun Pangarengan, Kelurahan Dalpenang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

"Sudah setahun ini kami kehilangan kontak dan tidak diketahui kabar beritanya," kata orang tua Amidah, Muhammad Hudi di Sampang, Jumat.

Hudi menuturkan, Amidah berangkat sebagai TKI untuk kedua kalinya. Pertama kali ia berangkat selama 3 tahun dan sempat pulang ke Sampang setelah mempunyai anak pertama, bernama Ayu Putri Octavia.

Kemudian Amidah berangkat lagi ke Arab Saudi untuk kedua kalinya dan meninggalkan putrinya kepada ayahnya Muhammad Hudi di Sampang.

"Yang kedua kalinya ini, kami lalu kehilangan kontak," kata Hudi menuturkan.

Amidah berangkat kembali ke Arab Saudi menjadi TKI, setelah bercerai dengan suaminya Sayyedi (40) warga Desa Batu Poro Barat, Kecamatan Kedungdung, Sampang.

Sebelum kehilangan kontak, Amidah sempat berkirim surat kepada keluarganya meminta foto-foto keluarganya yang ada di Sampang.

Dalam surat itu ia menjelaskan, bahwa yang bersangkutan tidak akan pernah kembali lagi ke Sampang, dan dalam surat itu, juga tertera alamat Amidah.

"Tapi surat itu hilang, sehingga kami tidak bisa melacak lagi keberadaan Amidah karena terhanyut banjir beberapa waktu lalu," ujar Hudi.

Kepala Bidang Ketenagakerjaan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kabupaten Sampang Bisrul Hafi menyarankan agar pihak keluarga segera melaporkan kepada dinas terkait kasus itu, dengan membawa data pendukung seperti paspor dan lainnya.

Nantinya, sambung Bisrul Hafi, pihak dinas akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, terutama  dengan KBRI.

"Tapi kalau data-data pendukungnya tidak ada, jelas kami akan kesulitan untuk mencari keberadaan yang bersangkutan," ujar Bisrul Hafi. (*)

Editor: Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0751 seconds memory usage: 0.57 MB