Wagub: Rencana "Full Day School" Perlu Dijabarkan

id full day school, wagub, gus ipul, dindik jatim

Wagub: Rencana

Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf. (Willy Irawan)

"Kebijakan itu perlu dimatangkan dan dijabarkan dahulu. Kami ingin mengetahui lebih detail mengenai ide dasarnya setelah itu penjabaran ide dasar itu. Banyak yang harus dibahas, mungkin banyak masyarakat yang belum tahu," kata wagub di Surabaya, Jumat.
Surabaya (Antara Jatim) - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf meminta pemerintah pusat
menjabarkan terlebih dahulu terkait kebijakan sistem pendidikan sehari
penuh atau "full day school" yang ditempuh selama lima hari dalam
sepekan.


"Kebijakan itu perlu dimatangkan dan dijabarkan dahulu. Kami ingin
mengetahui lebih detail mengenai ide dasarnya setelah itu penjabaran ide
dasar itu. Banyak yang harus dibahas, mungkin banyak masyarakat yang
belum tahu," kata Wagub di Surabaya, Jumat.


Dia mengatakan hal itu juga menyangkut realitas di lapangan.
Pendidikan tak hanya formal, namun juga nonformal mapun informal dan
dirinya menginginkan semuanya bisa berjalan.


"Sebagian mungkin belum tahu bahwa keberatan dari Madrasah Diniyah.
Selama ini mereka memperkuat pendidikan agama di sektor pendidikan
nonformal," terangnya.


Selain itu, masalah infrastruktur dan guru juga harus diperhatikan.
"Jangan sampai malah banyak ekstra kurikuler yang diada-adakan. Ide ini
sejak tahun 70-an sudah didiskusikan. Dari awal Nahdlatul Ulama (NU)
keberatan dengan gagasan ini," ucapnya.


Wagub mengemukakan pada dasarnya dirinya setuju dengan gagasan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, namun
gagasan itu harus dijabarkan dan dimatangkan terlebih dahulu.


Dia mengatakan, ada satu hal yang leih mendesak, yakni nasib guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT).


"Paling penting pendidikan kita nantinya adalah kualitas guru.
Guru tidak tetap (GTT) sampai saat ini belum jelas gajinya, itu dulu
yang didahulukan. Masih ada ribuan dari mereka yang gajinya belum
jelas," kata dia.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Saiful Rachman
mengatakan kebijakan "full day school" dalam lima hari penuh tidak ada
masalah untuk jenjang SMA/SMK di Jatim.


"Selama ini SMA/SMK rata-rata pulangnya sudah jam 15.00. Jadi pada
prinsipnya untuk SMA/SMK di Jatim sudah siap dengan kebijakan itu," kata
Saiful.


Sementara untuk tingkat SD dan SMP penerapan "full day school"
menurut Saiful, perlu ada penyesuaian kembali terkait penyusunan program
baru kemudian penataan sarana dan prasarana serta gurunya.


"Saya kira itu tidak bisa semuanya karena secara geografis ada anak
yang masih sekolah melewati pematang sawah, ini kan kasihan kalau
pulang terlalu malam," ujarnya.(*)
Pewarta :
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar