Komisi D Apresiasi Capaian Keberhasilan Kota Surabaya

id Komisi D, Apresiasi, Capaian Keberhasilan Kota Surabaya
Komisi D Apresiasi Capaian Keberhasilan Kota Surabaya
Anggota Komisi D DPRD Surabaya Reni Astuti (Abdul Hakim)
Membaiknya berbagai trend indikator ekonomi dan sosial harus berdampak pada tingkat kesejahteraan warga agar ketimpangan ekonomi tidak makin melebar
Surabaya (Antara Jatim) - Komisi D Bidang Kesra DPRD Surabaya mengapresiasi capaian keberhasilan Kota Surabaya sebagaimana disampaikan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam peringatan HUT ke-724 Surabaya pada Rabu (31//5).
 
Anggota Komisi D DPRD Surabaya Reni Astuti mengatakan capaian keberhasilan Pemkot Surabaya itu tentunya harus bisa dirasakan juga oleh masyarakat secara luas.

"Membaiknya berbagai trend indikator ekonomi dan sosial harus berdampak pada tingkat kesejahteraan warga agar ketimpangan ekonomi tidak makin melebar," katanya.

Menurut dia, keperpihakan pemkot untuk keluarga tidak mampu dibidang pendidikan dan kesehatan patut diapresiasi agar tidak ada anak usia sekolah tidak bisa sekolah dan tidak ada orang sakit yang tidak bisa berobat.  

Selain itu, lanjut dia, percepatan pendidikan yang merata dan berkualitas dan penguatan karakter hidup sehat harus terus dimasifkan.  

"Upaya proaktif birokrasi mulai tingkat kelurahan hingga dinas terkait menjadi keniscayaan," ujarnya.

Kebijakan dalam pemenuhan kebutuhan papan melalui pembangunan rumah susun sewa sederhana (rusunawa) yang nyaman, lanjut dia, diharapkan bisa memenuhi kebutuhan warga yang  masuk daftar tunggu untuk menjadi penghuni.
         
"Pertumbuhan rusunawa jangan sampai timpang dengan pertumbuhan apartemen mewah," katanya.

Begitu juga jumlah pertambahan jalan masih belum sebanding dengan jumlah pertambahan kendaraan bermotor. Menyusul belum jelasnya  dukungan anggaran proyek moda transportasi massal trem dan monorail dari APBN. "Kami berharap semoga ada solusi," katanya.

Untuk itu, kata dia, pihaknya mendorong berbagai upaya proaktif positif untuk problem kota yang belum tuntas.  Beberapa yang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) di antaranya pengelolaan pasar tradisional wujud ekonomi kerakyatan yang belum bergairah, lepasnya aset pemkot, redupnya ikon Surabaya seperti pasar turi dan KBS, transportasi publik pengurai kemacetan belum sesuai harapan, minimnya fasilitas seni dan budaya  (di antaranya THR), serta destinasi sejarah Surabaya yang perlu diperkuat.

"Kami bangga dengan Surabaya saat ini. Kedepan kami berharap dan berdoa agar perkembangan Surabaya makin maju sesuai harapan warga kota yakni  Surabaya yang aman, adil, makmur dan sejahtera. Surabaya Kota Sentosa yang Berkarakter dan Berdaya Saing Global berbasis Ekologi," katanya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebelumnya menyatakan kemajuan dan prestasi di berbagai bidang yang berhasil diraih Pemkot Surabaya merupakan hasil dari adanya kemauan untuk bekerja keras dan bergotong-royong dari semua pihak.

Risma menyampaikan banyak hal perihal pencapaian yang telah dilakukan Pemkot Surabaya mulai dari pembenahan infrastruktur di antaranya pembangunan jalan-jalan baru sepanjang 315 kilometer mulai tahun 2010.

Selain itu, penanggulangan banjir dengan membangun 30 embung serta adanya penurunan luasan banjir 50 persen dan lama genangan turun lebih dari 40 persen dibandingkan 2010. Pembangunan Rusun di mana sejak 2010 telah dibangun 79 blok untuk 4017 keluarga, hingga pembangunan sarana olahraga di kelurahan-kelurahan.

Wali kota juga menyampaikan tentang jumlah anak-anak berprestasi di Surabaya yang meningkat pesat. Pada 2016, ada 6.580 anak-anak yang telah meraih prestasi. Bahkan, jumlah anak yang berprestasi internasional meningkat lebih dari 62 persen. (*)

Editor: Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0233 seconds memory usage: 0.57 MB