Jumat, 21 Juli 2017

Bulog Tulungagung Stabilisasi Pangan Menjelang Ramadhan

id bulog Tulungagung, operasi pasar, stabilisasi pangan, pangan tulungagung
Bulog Tulungagung Stabilisasi Pangan Menjelang Ramadhan
Petugas melayani permintaan sembako warga saat digelarnya program Gerakan Stabilisasi Pangan oleh Perum Bulog Subdivre Tulungagung di Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (19/5). (Destyan Sujarwoko)
"Berapapun kebutuhan dan permintaan pasar kami akan terus tambah dan lakukan droping sesuai kebutuhan," ujarnya.
Tulungagung (Antara Jatim) - Badan Urusan Logistik Subdivre Tulungagung, Jawa Timur, Jumat menggelar operasi pasar sembako dalam program gerakan stabilisasi pangan 2017 di sejumlah titik lokasi di Kabupaten Tulungagung, Trenggalek dan Blitar.
    
"Ini program dari Bulog sebagai antisipasi lonjakan harga menjelang bulan puasa (Ramadhan)," kata Wakil Kepala Perum Bulog Subdivre Tulungagung Chori Illa Syahida di sekitar Pasar Senggol, Tulungagung.
    
Ia mengatakan gerakan stabilisasi pangan tersebut berlaku serentak di seluruh daerah di Indonesia, tidak terkecuali di wilayah Bulog Subdivre Tulungagung.
    
Tak hanya menjual beras premium dengan harga di bawah pasar, namun sejumlah kebutuhan pokok lain juga disediakan, seperti minyak goreng, gula pasir, tepung terugu, bawang merah, bawang putih dan sejumlah sembako lain.
    
Chori Illa menjelaskan, GSP 2017 tersebut akan dilakukan selama dua pekan secaa berturut dengan menyediakan 95 ton beras, 450 ton gula pasir, dan minyak yang terus dipasok dari Surabaya sesuai permintaan pasar.
    
"Berapapun kebutuhan dan permintaan pasar kami akan terus tambah dan lakukan droping sesuai kebutuhan," ujarnya.
    
Untuk waktu pelaksanaan, Chori mengatakan gerakan stabilisasi pangan bisa saja diperpanjang hingga Lebaran.
    
Namun menurutnya hal itu baru akan dievaluasi setelah dua pekan pelaksanaan GSP dengan mempertimbangkan permintaan pasar serta fluktuasi harga sembako menjelang Ramadhan.
    
"Untuk harga sebenarnya kami tidak lakukan subsidi, tapi sesuai saja harga di kami (bulog) dan itu masih di bawah harga pasar dengan selisih antara Rp1.000-Rp2.000 atau bahkan ada yang lebih. Bergantung item sembakonya," katanya.
    
Pelaksanaan GSP digelar di 14 titik yang tersebar di wilayah Kabupaten Tulungagung, Blitar dan Trenggalek.
    
Rinciannya, 10 titik pelaksanaan GSP ditempatkan di 10 unit rumah pangan kita yang ada di masing-masing daerah, satu di kantor Bulog Subdivre Tulungagung, satu di depan rumah dinas Kepala Subdivre Tulungagung, serta dua unit melakukan operasi pasar keliling.
    
Animo masyarakat terhadap GSP Bulog cukup baik. Meski tidak ramai atau membludak, silih berganti warga yang mengetahui ada kegiatan operasi pasar membeli sejumlah kebutuhan pokok sesuai keperluan masing-masing.(*)

Editor: Tunggul Susilo


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0083 seconds memory usage: 0.58 MB