BPJS Kesehatan Tulungagung Targetkan Kepesertaan 100 Persen

id peserta BPJS kesehatan, JKN-KIS, bpjs kesehatan tulungagung, peserta KIS, kartu indonesia sehat, kis tulungagung, kesehatan tulungagung
BPJS Kesehatan Tulungagung Targetkan Kepesertaan 100 Persen
Narasumber memandu seminar bertema Optimalisasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di GOR Lembupeteng, Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (19/5) (Destyan Sujarwoko)
"Nanti petugas BPJS akan mengambil dan mengurus administrasi pendaftarannya. Dan jika sudah jadi nanti kartu BPJS atau JKN-KIS akan dikirim melalui kantor kecamatan dan desa/kelurahan," katanya.
Tulungagung (Antara Jatim) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Kantor Cabang Tulungagung, Jawa Timur menargetkan kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional dan Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di wilayahnya 100 persen hingga akir 2019.
    
"Di Kabupaten Tulungagung ini kan sampai sekarang baru 51 persen yang mengikuti program JKN-KIS, sisanya yang 49 persen akan kami upayakan tuntas dalam dua tahun ini," kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung Santu Hariance dikonfirmasi usai kegiatan Gebyar Prolanis di GOR Lembupeteng, Tulungagung, Jumat.
    
Salah satu yang menjadi langkah pendekatan dalam meningkatkan angka kepesertaan JKN-KIS tersebut menurut Santu adalah dengan menyediakan "drop box" di setiap kecamatan, serta tempat-tempat strategis layanan publik lain.
    
Ia berharap dengan penyediaan fasilitas "drop-box" tersebut masyarakat mudah dalam mengurus pengajuan pendaftaran JKN-KIS tanpa harus direpotkan prosedur serta menunggu yang memakan waktu lama.
    
"Nanti petugas BPJS akan mengambil dan mengurus administrasi pendaftarannya. Dan jika sudah jadi nanti kartu BPJS atau JKN-KIS akan dikirim melalui kantor kecamatan dan desa/kelurahan," katanya.
    
Santu tidak menyebut rinci jumlah kepesertaan JKN-KIS di wilayah Tulungagung, Trenggalek maupun Pacitan.
    
Ia menyebut, untuk wilayah Tulungagung kepesertaan baru sekitar 51 persen dari total jumlah penduduk Tulungagung yang berkisar 1,1 juta jiwa.
    
"Untuk kepesertaan yang melalui layanan 'drop-box' ini nanti tentunya mayoritas untuk jalur mandiri. Karena untuk jalur Askes dan Kartu Indonesia Sehat (dulu jamkesmas) sudah ada mekanismenya sendiri," ujarnya.
    
Selain layanan "drop-box", lanjut Santu, BPJS Kesehatan juga proaktif melakukan kampanye dan sosialisasi kepada seluruh elemen masyarakat dan komunitas untuk mengoptimalkan fasilitas JKN-KIS dari pemerintah tersebut.
    
Dijelaskan, hingga 18 Mei 2017, fasilitas kesehatan tingkat pertama yang telah bekerja sama dengan BPJS kesehatan cabang Tulungagung yang meliputi tiga kabupaten (Tulungagung, Trenggalek, Pacitan) berjumlah 140 FKTP.
    
Rinciannya, kata Kartika, terdiri dari 31 puskesmas, delapan klinik, 24 dokter praktek perorangan, 9 dokter gigi praktek perorangan di wilayah Tulungagung; 22 puskesmas empat klinik pratama, delapan dokter praktek perorangan, dua dokter gigi praktek perorangan di wilayah Kabupaten Trenggalek.
    
Sementara di wilayah Kabupaten Pacitan, lanjut dia, FKTP yang sudah bekerjasama dengan BPJS terdiri dari 24 puskesmas, dua klinik pratama, lima dokter praktek perorangan dan satu dokter praktek perorangan. (*)

Editor: Tunggul Susilo


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.006 seconds memory usage: 0.59 MB