Minggu, 19 November 2017

Bekraf Dukung Ekosistem Startup yang Kondusif

id bekraf dukung startup, startup digital festival 2017, usaha rintisan, pengusaha rintisan
Bekraf Dukung Ekosistem Startup yang Kondusif
Deputi Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo saat membuka acara "Startup Digital Festival", di Surabaya, Jumat (Willy Irawan)
"Bekraf berharap ekosistem startup jejaring Bekraf bisa berkembang pada acara ini. Mereka bisa bertemu dengan startup lain yang juga mengisi booth serta berkesempatan memamerkan produk maupun jasa mereka pada pengunjung atau investor yang hadir,” tutur Fadjar Hutomo.
Surabaya (Antara Jatim) – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mendukung ekosistem pengusaha rintisan (startup) yang kondusif melalui acara "Startup Digital Festiva 2017l" di Surabaya, 19-21 Mei 2017.

Deputi Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo usai membuka acara "Startup Digital Festival", Jumat mengatakan dalam acara tersebut Bekraf memfasilitasi pengusaha rintisan jejaring Bekraf memamerkan produk dan jasa di booth saat acara berlangsung.

"Bekraf berharap ekosistem startup jejaring Bekraf bisa berkembang pada acara ini. Mereka bisa bertemu dengan startup lain yang juga mengisi booth serta berkesempatan memamerkan produk maupun jasa mereka pada pengunjung atau investor yang hadir,” tutur Fadjar Hutomo.

Dia mengatakan, acara seperti ini adalah wadah untuk para startup muncul. Dalam acara yang menghadirkan 40 startup dari Jatim itu, dirinya berharap setelah stratup muncul kemudian akan meningkatkan "traction" para startup tersebut.

"Pada akhirnya yang bisa dimonetitasi adalah traktion-nya, berapa banyak yang mengunduh atau berapa banyak penggunanya. Kalau  traction mereka meningkat pada akhirnya akan menarik minat dari investor," kata dia.  

Fadjar mengungkapkan, pihaknya memang mencari para startup-startup macam kecoa. "Kenapa kecoa? karena kecoa itu binatang yang ketika diinjak tidak mati-mati. Kami ingin para startup ini tidak mudah menyerah dalam membangun usaha rintisannya, seperti halnya kecoa itu," tuturnya.

Adapun jejaring Bekraf yang mengisi booth yaitu The Profit, Ojesy, Refreshin, Studentpreneur, Inagata, Printer 3D TDT, N-Call, Flare Kids, Kipensa, i-On Smart, Sevima Cloud, Cretivy, Poza Pos, Pekku.com, dan Pillar Studio serta startup dari Universitas Ciputra yaitu Monggoh, Blush n Co, Laporan Kota, Vacca, Tavest, KLEF-ID, dan PetQper.

Selain itu ada PT Sarana Jatim Ventura sebagai jejaring Bekraf untuk akses modal ventura di Jawa Timur dan sekitarnya.

Sementara itu Direktur Akses Non Perbankan Sugeng Santoso mengatakan Bekraf melakukan intermediasi untuk memenuhi kebutuhan startup, yaitu dengan program mentoring untuk mengakses permodalan pemilik modal maupun investor guna meningkatkan nilai tambah startup.

"Pada acara ini, Bekraf menceritakan "success story" startup jejaring Bekraf untuk menjelaskan keterlibatan Bekraf dalam melakukan mentoring dan intermediasi berupa business matching," ucap Sugeng.

Pada acara ini Bekraf mendukung pertumbuhan ekosistem kondusif untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi kreatif. 300 pelaku ekonomi kreatif yang berasal dari startup, komunitas ekonomi kreatif, dan perguruan tinggi menghadiri talkshow saat acara berlangsung.

Selain menghadiri pembukaan pada hari pertama (19/5), Fadjar juga memberi materi terkait akses permodalan startup pada hari kedua (20/5). Kepala Sub Direktorat Modal Ventura Herwanto  menjelaskan perihal marketing startup digital pada talkshow hari kedua (20/3).

Sementara Direktur Akses Non Perbankan Sugeng Santoso didampingi oleh dua jejaring startup Bekraf yaitu Creator Game The Profit dan CEO Natek Studio Kahar Muzakir serta founder ojesy Evilita Andriani. Mereka akan berbagi cerita sukses untuk menginspirasi dan memotivasi peserta talkshow pada hari ketiga (21/5).(*)

Editor: Tunggul Susilo


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0117 seconds memory usage: 0.58 MB