Senin, 24 Juli 2017

Pemkot Surabaya Dongkrak Perekonomian Warga Eks Lokalisasi

id lokalisasi Surabaya, Dongkrak Perekonomian, Warga Eks Lokalisasi, eks lokalisasi
Pemkot Surabaya Dongkrak Perekonomian Warga Eks Lokalisasi
Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas Sosial Kota Surabaya Rosalia Retno Bintarti (Abdul Hakim)
Untuk saat ini ada empat perguruan tinggi di Surabaya yang ikut terlibat dalam program 'Campus Goes to Kampung' ini. Empat kampus tersebut yakni ITS, Unair, Untag dan UK Petra
Surabaya (Antara Jatim) - Pemerintah Kota Surabaya mendongkrak perekonomian warga eks lokaliasasi dengan cara bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi menggelar program "Campus Goes to Kampung".
     
Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas Sosial Kota Surabaya Rosalia Retno Bintarti, di Surabaya, Jumat, mengatakan sesuai namanya dalam program ini, Dinsos bersinergi dengan beberapa perguruan tinggi (kampus) di Surabaya untuk secara bersama fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat di kampung atau kawasan eks lokalisasi. 

"Untuk saat ini ada empat perguruan tinggi di Surabaya yang ikut terlibat dalam program 'Campus Goes to Kampung' ini. Empat kampus tersebut yakni ITS, Unair, Untag dan UK Petra," katanya.

Menurut dia, kampus-kampus tersebut fokus pada pemberdayaan masyarakat di kawasan eks lokalisasi sesuai keahlian masing-masing. Setelah melakukan survei, saat ini mereka fokus di kawasan eks lokalisasi Dolly karena di sana yang terbesar dari beberapa kawasan eks lokalisasi di Surabaya.

Rosalia mencontohkan untuk ITS fokus pada penelitian yang bisa membantu UKM di kawasan Putat Jaya, sementara Untag lebih pada pemberian pelatihan keterampilan usaha kepada warga. Sedangkan UK Petra condong untuk fokus pada kondisi sanitasi dan keindahan kawasan tersebut melalui program WC komunal dan mural. 

"Kalau Unair memberikan pelatihan manajerial pembukuan," ujarnya.

Program Campus Goes to Kampung ini mendapat apresiasi positif dari pihak kampus. Perwakilan dari Pusat Studi Potensi Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat ITS Setiawan mengatakan program ini selaras dengan salah satu kewajiban kampus yakni tugas pengabdian kepada masyarakat. 

Untuk itu, lanjut dia, ITS menyambut baik sinergi dengan Dinsos untuk berbuat kepada masyarakat. "Untuk pengabdian di masyarakat ini, kami punya ring I yakni tiga kelurahan di dekat kampus dan ring 2 di Surabaya kami fokus di eks lokaliasi Dolly dulu. Kami menggali potensi masyarakat, apa usaha yang dimaui yang berdampak pada peningkatan ekonomi," ujar Setiawan. (*)

Editor: Tunggul Susilo


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.008 seconds memory usage: 0.58 MB