Rabu, 20 September 2017

BI Kediri Siapkan Rp6 Triliun untuk Penukaran Uang Lebaran

id BI Kediri, Siapkan Rp6 Triliun, untuk Penukaran, Uang Lebaran, pemkot kediri, kota kediri
 BI Kediri Siapkan Rp6 Triliun untuk Penukaran Uang Lebaran
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri Djoko Raharto. (Foto Asmaul Chusna)
Kami tambah jumlah uang baru, yang jelas akan semakin banyak uang baru yang beredar, kenaikannya bisa 10 persen. Jumlah belum kami tetapkan, tapi lebih dari Rp6 triliun
Kediri (Antara Jatim) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Jawa Timur, menyiapkan lebih dari Rp6 triliun pecahan uang baru untuk keperluan penukaran uang menjelang Lebaran 2017.

"Kami tambah jumlah uang baru, yang jelas akan semakin banyak uang baru yang beredar, kenaikannya bisa 10 persen. Jumlah belum kami tetapkan, tapi lebih dari Rp6 triliun," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri Djoko Raharto di Kediri, Jumat.

Ia mengatakan, secara nominal anggaran yang disiapkan lebih dari Rp6 triliun untuk semua pecahan. Jumlah itu guna memenuhi permintaan penukaran uang baru di 13 kabupaten/kota wilayah BI Kediri.

Djoko menyebut, dari evaluasi selama ini, dari 13 kabupaten/kota itu, tingkat perputaran uang yang cukup tinggi terjadi di Kediri.

Bahkan, uang lusuh yang masuk ke Bank Indonesia Kediri juga semakin tinggi. Bahkan, BI Kediri hingga tidak bisa mengolah dan terpaksa dikirim ke kantor Jakarta untuk dihitung ulang dan dimusnahkan.

Djoko juga mengatakan, saat ini kas minimum di BI Kediri juga naik, dari rata-rata harian Rp1,7 triliun saat ini menjadi Rp2,5 triliun. Kenaikan itu dinilai cukup luar biasa.

"Kenaikan ini luar biasa, mengakomodasi perekonomian yang sedang tumbuh. Saya melihat memang perekonomian terakselerasi cukup pesat di Kediri," ujarnya.

Sementara itu, untuk teknis penukarang uang pecahan baru, tetap akan melibatkan bank baik milik pemerintah ataupun swasta, dengan demikian di BI tidak akan melakukan penukaran untuk umum.

Setiap orang tetap akan diberikan alokasi untuk pecahan terkecil dengan satu bendel, misalnya pecahan Rp20 ribu, Rp10 ribu, Rp5 ribu, Rp2 ribu, serta Rp1 ribu. 

Namun, ia meminta warga tidak terlalu eforia dengan pecahan uang baru, sebab uang yang penting adalah fungsinya. Ia bahkan menganjurkan untuk memanfatkan nontunai, sesuai dengan era digital saat ini.

Untuk teknis waktu pencairan uang pecahan, ia mengatakan masih harus koordinasi. Nantinya, dari bank bisa mengajukan surat sesuai dengan kebutuhan mereka. (*)

Editor: Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0144 seconds memory usage: 0.58 MB