Rabu, 20 September 2017

Livi Zheng: Budaya Indonesia Tiada Duanya

id livi zheng, sutradara, film, hollywood, bali
Livi Zheng: Budaya Indonesia Tiada Duanya
Sutradara Hollywood asal Indonesia, Livi Zheng. (Foto Istimewa (Dok Pribadi))
Konsernya awal bulan ini dan menjadi salah satu even puncak peluncuran film Bali: Beats of Paradise yang akan disitribusikan secara luas ke publik di Amerika Serikat
Artis sekaligus sutradara Hollywood asal Indonesia, Livi Zheng mengaku bangga lahir dan besar di Tanah Air karena memiliki budaya yang tiada duanya di dunia.

Menurut dia, Bangsa Indonesia patut bersyukur karena dianugerahi tradisi, seni dan budaya yang begitu beragam dan kaya.

Bahkan, kesenian Indonesia mulai diintergrasikan dalam film-film Hollywood, seperti film berjudul "Avatar" karya James Cameron yang menggunakan gamelan Bali, serta film "Brush with Danger" karya Livi Zheng sendiri yang sempat masuk seleksi nominasi Piala Oscar.

Ia menyampaikan Konsulat Jenderal Republik Indonesia Los Angeles (KJRI Los Angeles) saat itu, Umar Hadi, yang kini menjabat Duta Besar RI untuk Korea Selatan di KBRI Seoul, mencetuskan ide sangat inovatif yang kemudian direalisasi bersama mengadakan produksi film dan konser berjudul "Bali: Beats of Paradise".

"Konsernya awal bulan ini dan menjadi salah satu even puncak peluncuran film Bali: Beats of Paradise yang akan disitribusikan secara luas ke publik di Amerika Serikat," ujarnya melalui pesan elektronik yang diterima Antara di Surabaya.

Film ini, kata dia, juga akan menjadi bagian dari kurikulum di universitas-universitas Amerika Serikat, di antaranya University of California, Los Angeles (UCLA) dan University of Washington-Seattle (UW-Seattle).

Saat konser mendatangkan tamu spesial khusus dari Bali, I Wayan Balawan, yang dikenal dengan "double neck" gitarnya dan "Touch Tapping style".

Livi Zheng merupakan lulusan bergelar Master di bidang Film and Television Production dari University of Southern California (USC).

Sutradara wanita Asia pertama yang sukses menembus pasar film Hollywood itu juga beraktivitas sebagai dosen tamu dan pembicara di puluhan universitas terkemuka di Amerika Serikat dan di Asia, antara lain University of Southern California, New York Film Academy, dan Communication University of China.

Kendati demikian, gadis yang besar di Malang dan Blitar, Jawa Timur, tersebut mengakui masih tidak sedikit orang luar yang tidak tahu letak Indonesia.

"Maka dari itu saya selalu mengintegrasikan Indonesia sedapat mungkin ke semua yang saya kerjakan, mulai dari menyelipkan ritme gamelan di komposisi film sampai dengan memasukan pencak silat di koreografi adegan 'action'-nya," ucapnya. (*)

Editor: Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0863 seconds memory usage: 0.59 MB