BNN Kepri Antisipasi Maraknya Penyelundupan Jelang Lebaran

id BERANDA, BNN KEPRI, ANTISIPASI MARAKNYA, PENYELUNDUPAN JELANG LEBARAN, mudik tki, malaysia

Batam, (Antara) - Kepala BNN Provinsi Kepulauan Riau Nixon Manurung mengatakan akan meningkatkan pengawasan di seluruh wilayah demi mengantisipasi upaya penyelundupan narkoba saat musim mudik Lebaran TKI dari Malaysia.

"Kami akan tingkatkan pengawasan bersama dengan sejumlah instansi terkait. Terlebih mendekati Lebaran nanti saat banyak arus mudik termasuk dari Malaysia," kata Nixon di Batam, Kepri, Senin.

Menurut dia, banyaknya TKI yang mudik untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri di Indonesia rentan dimanfaatkan sindikat internasional untuk menyelundupkan narkoba, khususnya jenis sabu.

"Kepri merupakan wilayah yang dekat dengan Malaysia dan selama ini sering dimanfaatkan sebagai jalur transit penyelundupan narkoba. Sehingga momen ini harus diwaspadai agar tidak dimanfaatkan untuk menyelundupkan narkoba," kata Nixon.

Nixon mengatakan, wilayah Kabupaten Karimun, Kabupaten Bintan, dan Kota Batam adalah tiga daerah yang dianggap paling rawan penyelundupan di Kepri.

Secara geografis tiga wilayah tersebut berbatasan langsung dengan Johor Malaysia dan juga menjadi jalur pengiriman TKI non prosedural saat berangkat atau kembali.

Kabid Berantas BNN Kepri, Bubung Pramiadi mengatakan pihaknya telah membentuk tim khusus untuk melakukan pengawasan demi mengantisipasi upaya penyelundupan narkoba di Kepri, terutama jelang Lebaran.

Tim tersebut, kata dia, terdiri dari perwakian BNN Kepri, Kepolisian, Bea Cukai, Kantor Imigrasi, Pelabuhan, Karantina.

"Kegiatan rutin untuk pengawasan sudah dilakukan. Jadi itu yang akan lebih ditingkatkan khususnya menjelang Lebaran ini," kata dia.

Sejauh ini, kata dia, pengawasan oleh pihak-pihak terkait sudah dilakukan dan berhasil mengganggalkan upaya penyelundupan narkoba di Kepri.

"Terakhir penggagalan penyelundupan 21,5 kilogram Sabu asal Malaysia di Kabupaten Karimun oleh tiga orang kurir pada Sabtu (13/5) kemarin," kata Bubung.(*)
Pewarta :
Editor: Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar