Polres Madiun Gratiskan Pegurusan SIM Bertanggal Kartini

id SIM Madiun, Pegurusaan SIM, SIM Bertanggal Kartini, SIM polres madiun, SIM 21, SIM 21 APRIL, hari kartini, perayaan hari kartini, 21 April, surat izin mengemudi, SIM gratis, kelahiran 21 april

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Madiun AKP Evon Fitrianto (tengah) saat menyerahkan SIM gratis kepada seorang ibu yang mengurus SIM bertepatan dengan hari Kartini. Satlantas Polres Madiun menggratiskan pengurusan SIM bagi kaum wanita yang memiliki t

Madiun (Antara Jatim) - Petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Madiun, Jawa Timur menggratiskan pengurusan surat izin mengemudi (SIM) bagi kaum wanita yang memiliki tanggal lahir sama dengan peringatan hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April, Jumat.
     
"Dalam rangka hari Kartini, kita memiliki program kejutan SIM gratis berlaku bagi kaum wanita yang mengurus SIM di kantor Satlantas Polres Madiun yang memiliki tanggal lahir bertepatan dengan hari Kartini, 21 April," ujar Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Madiun AKP Evon Fitrianto, kepada wartawan.
     
Menurut dia, kejutan gratis pengurusan SIM bagi kaum wanita bertanggal lahir 21 April tersebut merupakan wujud peghormatan terhadap jasa Kartini sebagai pahlawan nasional.
     
Tidak hanya gratis mengurus SIM, kaum wanita yang memiliki tanggal lahir 21 April juga mendapat hadiah kue ulang tahun dari petugas setempat.
     
"Hari ini yang bertepatan dengan hari Kartini, kebetulan ada satu ibu yang memiliki tanggal lahir 21 April yang mengurus SIM. Maka kami gratiskan," kata dia.
     
Sementara, dalam rangka memperingati hari Kartini, para pegawai di Kantor Samsat Kabupaten Madiun mengenakan pakaian adat Jawa, baik bagi pegawai wanita maupun laki-laki.
     
Kepala Urusan Registrasi dan Identifikasi (Kaur Regident) Samsat setempat Ipda Murjono mengatakan penggunaan pakaian adat sejumlah pegawai Kantor Samsat Kabupaten Madiun saat pelayanan yang bertepatan dengan hari Kartini dilakukan setiap tahun.
     
"Hal itu sebagai bentuk kebanggaan dan apresiasi kami terhadap tokoh pahlawan emansipasi wanita, yakni Ibu Kita Kartini," kata Ipda Murjono.
     
Selain itu, penggunaan pakaian adat Jawa yang dilakukan para pegawai juga merupakan bentuk pelayanan istimewa terhadap pengguna layanan kantor samsat setempat. 
     
Pantauan di lapangan, penampilan dan suasana yang berbeda tersebut, membuat para pengguna layanan yang mengurus surat-surat kendaraan bermotor cukup senang.
     
Para pengguna layanan tersebut mengaku suasana pelayanan dengan menggunakan pakaian adat lebih terlihat santai dan tidak tegang. (*)
Pewarta :
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar