Kamis, 21 September 2017

Kementerian Perhubungan Berencana Fungsikan 141 Jembatan Timbang

id Kementerian PU, jalan nasional di Bojonegoro, laka di jalan nasional, Pemkab Bojonegoro, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, widang, Tuban,
Kementerian Perhubungan Berencana Fungsikan 141 Jembatan Timbang
Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto mengunting pita di jembatan Widang, Tuban, menandai pengoperasian 25 jembatan di Tanah Air, Jumat (21/4). (Slamet Agus Sudarmojo)
Kalau nanti hasil evaluasi dalam pelaksanaan pengoperasian 25 jembatan timbang berjalan baik, maka jembatan timbang lainnya bisa saja difungsikan lagi
Tuban (Antara Jatim) - Kementerian Perhubungan berencana memfungsikan 141 jembatan timbang di seluruh Tanah Air, setelah dalam pelaksanaan pengoperasian 25 jembatan timbang di Jawa dan luar Jawa, berjalan baik.

"Kalau nanti hasil evaluasi dalam pelaksanaan pengoperasian 25 jembatan timbang berjalan baik, maka jembatan timbang lainnya bisa saja difungsikan lagi," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto, di Tuban, Jumat.

Ditemui usai meresmikan pengoperasian 25 jembatan timbang di jembatan timbang Widang, Tuban, ia menjelaskan pengoperasian kembali 25 jembatan timbang sebenarnya sudah bisa mewakili jalan di Tanah air, sebab selain lokasinya di Jawa, juga ada yang di luar Jawa.

"Ada sembilan jembatan timbang yang menjadi percontohan termasuk jembatan timbang Widang, Tuban," ucapnya menambahkan.

Sesuai data menyebutkan sebanyak 25 jembatan timbang yang kembali beroperasi yaitu di Seumadam, Kabupaten Aceh Tamiang, Subulussalam, Kabupaten Subulussalam, keduanya di Aceh.

Lainnya jembatan timabng Sibolangit, Kabupaten  Deli Serdang, Mambang Muda, Kab. Labuan Batu Utara, keduanya di Sumatera Utara, Balai Raja, Kab. Bengkalis, Riau dan Tanjung Balik, Kab. Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Jembatan timbang Jambi Merlung, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Sarolangun, Kota. Sarolangun, keduanya di Jambi, Senawar Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, Pematang Panggang, Kabupaten Ogan Komering Ilir, dan Kota Baru, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, ketiganya di Sumatera Selatan.

Juga jembatan timbang Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong Bengkulu, Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Wanareja, Kab. Cilacap, dan Subah, Kabupaten Batang, di Jawa Tengah.

Kulwaru, Kabupaten Kulonprogo, Yogjakarta, Widodaren, Kab. Ngawi, Jawa Timur, Widang, Kabupaten Tuban, Sedarum, dan Rejoso Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Jembatan timbang Cekik, Kabupaten Jembrana, Bali, Siantan, Kota Pontianak Kalimantan Barat, Anjir Serapat, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah dan Bitung, Kota Bitung, Sulawesi Utara, Maccopa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Yang jelas, menurut dia, ada tiga manfaat pengoperasian kembali jembatan timbang yaitu tidak ada lagi kendaraan bermuatan lebih, selain itu juga lalu lintas lancar, tidak macet dan minim kecelakaan.

"Jalan juga awet tidak cepat rusak," tandasnya.

Oleh karena itu, ia menginstruksikan aparat perhubungan harus merubah "mindset" jangan mempersulit tapi harus mempermudah.

"Sebagai aparatur kita wajib melayani masyarakat, dengan ikhlas dan berkualitas," kata dia menegaskan.

Ia menambahkan berbagai usaha dilakukan untuk melakukan pengawasan termasuk nota kesepahaman bersama Polri dan Kementerian PU agar dalam pelaksanaan pengoperasian jembatan timbang tidak terjagi pungli.

"Adanya monitor digital di jembatan timbang salah satu langkah pengawasan," ucapnya. (*)

Editor: Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.1339 seconds memory usage: 0.59 MB