Pangarmatim: Perkuat Pengamanan di Perbatasan Tarakan

id pengamanan perbatasan, wilayah perbatasan, perbatasan malaysia, perbatasan tarakan
Pangarmatim: Perkuat Pengamanan di Perbatasan Tarakan
Pangarmatim Laksda TNI Darwanto menyempatkan berfoto bersama saat berkunjung ke Tarakan, Kalimantan Utara. (IST/ Dispenarmatim)
Karena lokasinya yang berbatasan dengan wilayah perbatasan antara negara Indonesia dan Malaysia sangat rawan dan berpotensi menjadi akses penyelundupan
Surabaya (Antara Jatim) - Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Darwanto menekankan pengamanan di wilayah Tarakan, Kalimantan Utara, yang berbatasan dengan Malaysia, agar lebih diperkuat.  
     
Dalam pernyataan pers di Surabaya, Kamis, Pangarmatim menyampaikan beberapa hal yang perlu diperkuat di wilayah laut Tarakan yang berbatasan langsung dengan negara bagian Sabah dan Serawak, Malaysia, itu. 
     
"Hari Rabu (19/4) kemarin kita telah berkunjung ke Markas Komando Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) XIII Tarakan dan melihat langsung kondisi di sana," katanya. 
     
Dalam kunjungan yang disambut oleh Komandan Lantamal XIII Laksma TNI Ferial Fachroni itu, Pangarmatim sempat meninjau fasilitas  Maritime Common Centre (MCC), yang selanjutnya bertatap muka dengan seluruh anggota Lantamal XIII di Gedung Serbaguna setempat. 
     
Turut hadir dalam tatap muka tersebut Komandan Guspurlaarmatim Kolonel Laut (P) Rachmad Jayadi, Asops Pangarmatim, Wadan Lantamal XIII, Kadiskomlekarmatim serta Para Kasatker Lantamal XIII.
     
Dalam kesempatan itu, Pangarmatim  menyampaikan  beberapa penekanan yang harus di pedomani bagi seluruh prajurit Lantamal XIII.
     
"Saya tekankan agar lebih ditingkatkan penegakan hukum di wilayah laut Tarakan. Karena lokasinya yang berbatasan dengan wilayah perbatasan antara negara Indonesia dan Malaysia sangat rawan dan berpotensi menjadi akses penyelundupan," tegasnya.
     
Lebih lanjut Pangarmatim mengucapkan terima kasih kepada para prajurit yang bersedia ditempatkan di daerah terpencil seperti Tarakan. 
     
"Harus tetap bersyukur dan selalu meningkatkan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa walaupun  berdinas di daerah perbatasan seperti Tarakan ini," tuturnya.
     
Dia mengimbau kepada seluruh prajurit yang bertugas di wilayah perbatasan agar selalu menjaga kerukurunan dan keharmonisan dengan keluarga yang ditinggalkan di rumah. 
     
"Sekarang sudah ada ponsel yang dapat menghubungkan komunikasi antara prajurit dengan keluarga di rumah. Saya harap prajurit di wilayah perbatasan dapat memanfaatkan keberadaan ponsel untuk menjaga keharmonisan rumah tangganya. Tentunya tanpa mengesampingkan tugas menjaga wilayah perbatasan yang masih rawan penyelundupan," tegasnya. (*)   

Editor: Tunggul Susilo


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0849 seconds memory usage: 0.58 MB