Sabtu, 19 Agustus 2017

UKP Rayakan Hari Kartini Lewat Pertunjukan Teater

id UKP, Kartini, Listen to Me, Naskah teater
UKP Rayakan Hari Kartini Lewat Pertunjukan Teater
Pertunjukan teater berjudul "Listen to Me" di UK Petra, Surabaya, Kamis. (Willy Irawan)
"Kalau mas perhatikan banyak yang terlibat di pertunjukan ini, mulai dari penulis, sutradara hingga stage manager-nya adalah perempuan. Di situ kami ingin menunjukkan bahwa perempuan bisa berkarya dan semangat lewat teater," kata dia.
Surabaya (Antara Jatim) - Petra Little Theatre (PLT) Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya menggelar pertunjukan teater berjudul "Listen to Me" untuk merayakan Hari Kartini.

Dosen Program English for Creative Industry (ECI) UK Petra Meilinda di kampus setempat, Kamis menjelaskan pihaknya sengaja merayakan Hari Kartini tidak dengan berkebaya tapi dengan berkarya.

"Kalau diperhatikan banyak yang terlibat di pertunjukan ini, mulai dari penulis, sutradara hingga stage manager-nya adalah perempuan. Di situ kami ingin menunjukkan bahwa perempuan bisa berkarya dan semangat lewat teater," kata dia.

Dia menjelaskan, ada 15 orang perempuan dari Program ECI yang ikut bagian menjadi tim dalam pertunjukan sementara hanya lima laki-laki yang terlibat.

Selain untuk merayakan Hari Kartini, pertunjukan teater kali ini bertujuan untuk memperlihatkan eksistensi penulis naskah teater terutama bahasa Inggris yang susah ditemui di Indonesia.

Sementara itu, penulis naskah teater "Listen to Me" yang merupakan alumnus ECI UK Petra, Febyola Linando mengungkapkan dirinya terinspirasi menulis naskah tersebut karena saat bekerja sebagai pengajar privat, murid-muridnya yang tidak memiliki semangat belajar lantaran mereka biasa dipaksa mengikuti kehendak orangtua.

"Permasalahan ini sangat sering terjadi di dalam kehidupan sekitar saya, bahkan hal sederhana saja menetukan sekolah sajapun orang tua masih saja memaksakan kehendaknya. Sesuatu yang sederhana tapi perlu di bahas. Maka dari itu saya merasa terpanggil untuk menuangkannya dalam bentuk naskah panggung," ujar dia.

Dalam pertunjukan tersebut, kata dia, ada keluarga Tionghoa Surabaya yang kaya dengan empat orang anak. Dan salah satu anaknya berharap pendapatnya didengar dalam keluarga.

Keempat anak ini,lanjutnya, mempunyai karakter yang berbeda. Anak pertama dan keempat cenderung sangat penurut pada orang tua sedangkan anak kedua dan ketiga sangat ekspresif dan menentang keinginan orang tua.

"Banyak terjadi konflik yang ada di kehidupan sehari-hari yang akan kita temui dalam pementasan berbahasa Inggris ini," kata dia.

Managing Director PLT UK Petra Stefanny Irawan menambahkan pembuatan naskah ini sudah dilakukan sejak bulan Oktober 2016. Sementara sejak Februari 2017 telah dimulai proses latihannya setelah sebelumnya diadakan casting para pemainnya.

Dia mengatakan, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris dan Program ECI UK Petra mulai angkatan 2013-2016 terlibat dalam pembuatan karya ini

"Karya ini merupakan salah satu hasil dari hasil jerih payah Kartini saat ini," tuturnya.(*)

Editor: Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0078 seconds memory usage: 0.58 MB