Minggu, 23 Juli 2017

Pemprov Jatim Siapkan Standar Keselamatan Perahu Penyeberangan Tradisional

id perahu, sungai, pemprov jatim, perahu penyeberangan tradisional
Pemprov Jatim Siapkan Standar Keselamatan Perahu Penyeberangan Tradisional
Lokasi perahu penyeberangan yang terbalik di sisi Desa Bogem Pinggir, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (13/4) (indra)
Kami bekerja sama dengan berbagai pihak terkait untuk menyusun standar keselamatan khusus bagi perahu penyeberangan menggunakan tambang
Surabaya (Antara Jatim) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan standar keselamatan bagi perahu penyeberangan tradisional untuk melindungi penumpang sekaligus mengantisipasi terjadinya kecelakaan hingga mengakibatkan korban jiwa.

"Kami bekerja sama dengan berbagai pihak terkait untuk menyusun standar keselamatan khusus bagi perahu penyeberangan menggunakan tambang," ujar Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf kepada wartawan di Surabaya, Jumat.

Standar tersebut, kata dia, nantinya bersifat harus dan wajib untuk diterapkan bagi seluruh pihak yang terkait dengan jasa perahu penyeberangan tradisional, seperti pemilik maupun operatornya.

"Penumpang juga harus mengikuti aturan yang ditetapkan sesuai standar. Ini semua demi keamanan maupun kenyamanannya," ucap Gus Ipul, sapaan akrabnya.

Standar keselamatan yang dilakukan, lanjut dia, seperti model perahu seperti apa, kemudian maksimal penumpang berapa, lantas perlunya pemilik perahu menyiapkan rompi pelampung.

"Nanti akan kami susun semuanya dan pasti dipikirkan yang terbaik, termasuk perlu atau tidaknya ada peraturan daerah (Perda) untuk standar keamanan," kata orang nomor dua di Pemprov Jatim tersebut.

Selain itu, mantan Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal tersebut juga memikirkan adanya jalan alternatif dengan membangun beberapa jembatan khusus untuk pejalan kaki serta sepeda angin.

Tak itu saja, Pemerintah Daerah setempat bersama TNI/Polri juga diminta melakukan pengawasan dan pendampingan keberadaan perahu tambang ini sehingga insiden di atas sungai tidak terulang lagi.

"Jadi, kalau ada yang mengawasi nanti sewaktu-waktu kelebihan muatan maka bisa diingatkan. Penumpang harus mengikuti aturan yang berlaku," ucapnya.

Sebelumnya, insiden kecelakaan terjadi pada perahu penyeberangan tradisional di Kali Surabaya yang menghubungkan antara Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo dan Kecamatan Wringinanom, Gresik, Kamis (13/4) pukul 07.10 WIB.

Akibat peristiwa tersebut, seorang penumpang dan  seorang warga yang berniat menolong meninggal dunia, enam orang lainnya ditemukan dalam kondisi selamat dan empat orang dinyatakan hilang, termasuk menenggelamkan tujuh unit sepeda motor.

Pencarian yang dilakukan Tim SAR gabungan pada hari ini membuahkan hasil dengan ditemukannya tiga orang penumpang dalam keadaan meninggal dunia. (*)

Editor: Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0224 seconds memory usage: 0.58 MB