Minggu, 23 Juli 2017

Spektronics ITS Juarai Kompetisi Chem-E Car Malaysia

id Spektromics ITS, Charm-e car
Spektronics ITS Juarai Kompetisi Chem-E Car Malaysia
Tim Spektronics Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. (Humas ITS)
"Kami harus menyelesaikan dua tantangan untuk menjuarai kompetisi ini," ujarnya.
Surabaya (Antara Jatim) - Tim Spektronics Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjuarai kompetisi mobil prototipe dengan bahan bakar racikan kimia (Chem-E-Car) di Pahang, Malaysia, Sabtu (8/4).

Dengan menurunkan mobil prototipe yang bernama Spektronics Aerio Superior (AS), Spektronics ITS mampu menjadi juara pertama race competition dan juara tiga poster competition di ajang tersebut.

Manajer Nonteknis Tim Spektronics ITS Ika Yuni Rachmawati ketika dikonfirmasi, Minggu , menjelaskan, prototipe mobil berukuran mini ini memiliki bahan bakar reaksi kimia hidrogen peroksida dan katalis ferri klorida.

"Kami harus menyelesaikan dua tantangan untuk menjuarai kompetisi ini," ujarnya.

Dia mengemukakan, tantangan pertama, mobil tersebut harus memasukkan bola ke dalam gawang dan harus berhenti di jarak yang sudah ditentukan. Berikutnya, Spektronics AS harus menjatuhkan pin bowling dan berhenti di jarak yang sudah ditentukan pula.

"Untuk menyelesaikan kedua tantangan tersebut, peserta hanya diberi waktu dua menit sehingga dibutuhkan reaksi kimia sifatnya cepat," kata dia..

Pada tantangan yang pertama, Spektronics AS berhasil memasukkan bola dan berhenti di jarak 10,1 meter. Tim dari ITS ini sendiri diharuskan menempuh jarak 10,5 meter sehingga hanya memiliki selisih 0,4 meter.

"Error 0,4 meter itu sudah yang terbaik, kalau yang lain bisa bermeter-meter," kata Ika.

Di tantangan kedua ini, kata Ika, Spektronics AS gagal menjatuhkan pin bowling tetapi masih berhasil meminimalisir error sejumlah 0,43 meter.

"Tim yang lain pun tidak ada yang berhasil menjatuhkan pin bowling. Bahkan banyak yang didiskualifikasi karena faktor bahan kimia yang bocor dari mobil dan kehabisan waktu," tuturnya.

Menurut Ika, kompetisi di Universiti Pahang Malaysia ini memiliki lantai yang tidak rata sehingga tidak ada yang berhasil meskipun saat latihan selalu berhasil.

Kendala lain yang ditemui tim adalah merek bahan kimia yang berbeda. Enam anggota tim Spectronics yang berangkat perlu mengkalibrasi dan mencari data ulang. "Alhamdulilah kami bisa cepat mengatasinya, jadi ini bukan masalah besar," ucapnya.

Kompetisi bernama 12th National Chem-e-car Competition Malaysia ini diikuti oleh 72 tim dari 30 universitas. Universitas dari Indonesia sendiri berjumlah tujuh.

Menurut Ika, lawan terberat ITS dalam menjuarai ini adalah University of Petronas, Monash University Malaysia, dan University Malaysia Pahang. Kemenangan di Malaysia ini merupakan batu loncatan bagi ITS untuk mengikuti AIChE Chem-E-Car di Amerika.(*)

Editor: Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0092 seconds memory usage: 0.59 MB