Selasa, 17 Oktober 2017

Gus Ali: Posisi NU Seperti Payung

id Gus Ali, NU, Istighatsah Kubro, Payung
Gus Ali: Posisi NU Seperti Payung
KH Agus Ali Masyhuri, pengasuh Pesantren Bumi Shalawat, Tulangan, Sidoarjo. (IST)
Adalah Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH Ali Masyhuri atau yang akrab dipanggil Gus Ali menyatakan bahwa posisi Nahdlatul Ulama (NU) ini berada di tengah-tengah seperti payung yang mampu memayungi kepentingan umat.

"Posisi NU ini berada di tengah-tengah. Karena ada yang mengusung syariat tidak menerima kebhinekaan, sementara satunya lagi ada yang mengusung kebhinekaan tidak menerima syariat. NU ini yang memayunginya," katanya saat temu media di Surabaya (6/4) menjelang pelaksanaan Istighotsah Kubro di GOR Sidoarjo pada Minggu (9/4).

Ia mengemukakan, kegiatan Istighotsah Kubro ini merupakan salah satu bentuk demo dari para kiai terkait dengan kondisi bangsa saat ini.

"Saat ini bangsa sedang krisis keteladanan kepemimpinan. Oleh karena itu, melalui kegiatan yang mengusung tema `Mengetuk Pintu Langit, Menggapai Nurullah" ini bisa memberikan hidayah kepada seluruh masyarakat," katanya.

Ia mengatakan, jika para ulama atau kiai sudah turun gunung, itu tandanya persoalan besar yang menjadi kegelisahan.

"Sebab para ulama atau kiai NU konsisten mewujudkan komitmen dan kepeduliannya pada persoalan keagamaan, keumatan dan kebangsaan,"  katanya.

Sementara itu, Ketua Tanfidzyah PWNU Jawa Timur KH Hasan Mutawakkil Alallah mengatakan, kegiatan ini sendiri diprediksi akan melibatkan ratusan ribu peserta.

"Kami memprediksikan satu juta peserta dan kalau realisasinya ratusan ribu juga tidak apa-apa. Yang jelas segala macam persiapan telah dilakukan termasuk tenaga pengamanan dan juga tenaga medis yang dilibatkan dalam kegiatan ini," katanya.

Ia mengatakan, kegiatan ini murni kegiatan keagamaan sehingga tidak ada pidato politik atau panggung terbuka bagi tokoh yang hadir.

"Kalaupun ada tokoh yang hadir, silakan saja tetapi kami tidak menyediakan panggung khusus. Para tokoh yang datang hanya ikut berdoa saja," katanya.

Ia menambahkan, pada kegiatan ini akan didengarkan amanat dari Rois Aaam PBNU KH Makruf Amin dan ditutup dengan doa dari 9 kiai masing-masing KH. Anmar Mansur, KH. Miftachul Akhyar, KH. Tamim Romli, KH. Nawawi Abdul Jalil, KH. Kholil Asad, KH. Aza`im, KH. Anwar Iskandar, KH. Zainuddin Jazuli, KH. Nurul Huda Jazuli. (*)

Editor: Endang Sukarelawati


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0079 seconds memory usage: 0.57 MB