Selasa, 23 Mei 2017

Nasi Jagung Bakar dari Kampung Lawas Maspati

id kuliner jagung, nasi tradisional, nasi khas, nasi surabaya, nasi jagung, sego jagung, bakar tuna, ayam balado, kampung lawas, kampung bersejarah, wisata sejarah, maspati surabaya
Nasi Jagung Bakar dari Kampung Lawas Maspati
Norman Edogawa menunjukkan nasi jagung bakar hasil kreasi kulinernya yang khas asal Kampung Lawas Maspati Surabaya. (FOTO: Fiqih Arfani/ Antara Jatim)
Nasi jagung bakar ini kadar karbohidratnya rendah. Cocok buat orang yang sedang diet
Surabaya (Antara Jatim) - Mengunjungi kawasan wisata sejarah "Kampung Lawas" Maspati di Kota Surabaya belum lengkap rasanya jika belum mencicipi nasi jagung bakar. 
     
Orang Surabaya menyebutnya 'sego' jagung bakar. "Ini adalah kuliner khas asal Kota Surabaya," ucap Norman Edogawa, pemuda 34 tahun asal kampung setempat. 
     
Sejak lima bulan lalu, Norman bersama adik sepupunya,  Arisnawati (28), mengembangkan kreasi kuliner tradisional yang disebutnya asli Kota Surabaya itu.
     
"Kalau nasi jagung itu sudah biasa. Nasi bakar juga sudah banyak yang jual di pasar," katanya. 
     
Maka dia berkreasi menciptakan sego jagung bakar yang khas ala Kampung Lawas Maspati.
     
Dari rumahnya di Kampung Maspati Gang 5 Nomor 40, Norman bersama adik sepupunya siap menyambut wisatawan yang berkunjung menikmati salah satu kawasan kota lama yang cukup bersejarah dengan suguhan kuliner tradisionalnya itu.
     
"Selain di rumah, saya juga ada kedai sego jagung bagar di Kampung Maspati Gang 6," tuturnya.
     
Norman mengisahkan, ide mengembangkan kuliner tradisional nasi jagung bakar berawal dari pengalaman pahitnya saat sedang diputus cinta oleh sang kekasih.
     
"Hati saya sakit. Rasanya mau menangis terus. Saya terduduk di pinggir jalan. Kok dilalah di samping saya ada orang sedang enak-enaknya menyantap nasi jagung bakar. Bikin saya pingin saja," kenangnya. 
     
Memang tidak ada hubungannya dengan kepedihan hatinya yang sedang dilanda putus cinta. Tapi setidaknya Norman, yang sudah kadung "ngiler" ingin merasakan nasi jagung bakar seperti orang yang tak dikenalnya di sampingnya saat itu, menjadi tahu bahwa mencari makanan tradisional yang khas tersebut susahnya minta ampun.
     
Dia harus memasak sendiri di rumah untuk mengobati kerinduannya pada nasi jagung bakar yang diidamkannya. Sejak itu, Norman berpikiran, kenapa tidak sekalian dikembangkannya untuk dipasarkan. Sebab dia meyakini, pasti banyak orang di Kota Surabaya yang rindu terhadap nasi jagung bakar. 
     
Dengan modal awal pas-pasan, cuma Rp200 ribu, Norman mengemas nasi jagung bakarnya menjadi dua macam, yaitu nasi jagung bakar ikan tuna dan nasi jagung bakar ikan ayam balado. "Ikannya, baik tuna maupun ayam balado, saya 'suir' biar gampang makannya," ucapnya.
     
Hingga kini, Norman juga melayani pesan antar via telepon sampai ke rumah tanpa dikenai ongkos kirim. 
     
Banyak orang yang sudah mencicipi nasi jagung bakarnya mengaku suka dengan kekhasan sambalnya. Setidaknya penyayi Krisdayanti dan Tantri Kotak, serta Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf telah merasakannya.   
     
"Nasi jagung bakar ini kadar karbohidratnya rendah. Cocok buat orang yang sedang diet," imbuhnya. 
     
Ada rencana ke depan Norman akan mengembangkan kemasan nasi jagung bakarnya untuk divariasi dengan masakan Cina, Jepang, dan Eropa.
     
"Untuk saat ini saya kenalkan dulu bahwa nasi jagung bakar adalah makanan khas asal Surabaya. Pokoknya wisatawan yang datang ke Surabaya 'gak jangkep' kalau belum makan sego jagung bakar," katanya menambahkan. (*)

Editor: Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Top News
Baca Juga

Generated in 0.0619 seconds memory usage: 0.57 MB