KEIN: SMK Harusnya Jadi Solusi Masalah Pengangguran

id masalah pengangguran, solusi SMK, Solusi Masalah Pengangguran, pengangguran smk, smk jombang, pengangguran jombang, pesantren tebuireng

KEIN: SMK Harusnya Jadi Solusi Masalah Pengangguran

Ketua Pokja Industri Kreatif Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Irfan Wahid saat di Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. (foto istimewa )

"Ini menyedihkan. Hampir 10 persen pengangguran dari SMK. Padahal, SMK seharusnya memberikan solusi bagi masalah pengangguran. Tapi ini malah menambah pengangguran,"
Jombang (Antara Jatim) - Ketua Pokja Industri Kreatif Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Irfan Wahid menegaskan, seharusnya SMK mampu memberikan solusi bagi masalah pengangguran, dan bukan menjadi penyumbang jumlah pengangguran.
     
"Ini menyedihkan. Hampir 10 persen pengangguran dari SMK. Padahal, SMK seharusnya memberikan solusi bagi masalah pengangguran. Tapi ini malah menambah pengangguran," ujarnya di Jombang, dalam rilis yang dikirimkan, Senin. 
     
Menurut putra sulung KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) ini, masalahnya terdapat pada sistem pendidikan nasional yang belum mampu mendorong peserta didik untuk berani dan mampu mengambil jalan sebagai "Entrepreneur". 
     
"Apa yang diajarkan di kelas, dan apa yang dibutuhkan di luar, tidak sama," ungkapnya.
    
Ia mengatakan, sebenarnya sektor wirausaha saat ini sudah mulai ada banyak kemajuan. Namun, ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, misalnya semangat untuk wirausaha. Untuk pebisnis pemula, terkadang gagal 1-2 kali, sudah menyerah, sehingga perlu adanya solusi terkait dengan masalah itu. 
    
"Karena merintis sendiri, baru gagal 1-2 kali akhirnya (mereka) menyerah. Sebab, tidak ada yang menginkubasi," ungkapnya.
     
Ia juga mengungkapkan, rasio wirausahawan dibanding jumlah penduduk Indonesia masih rendah. Wirausaha di Indonesia hanya 3,1 persen, jauh ketimbang Malaysia yang mencapai 5 persen dan Singapura 7 persen. 
     
"Apalagi dibanding Amerika Serikat (12 persen) dan China (10 persen). Betapa kalahnya kita dengan bangsa yang lain," ujarnya.
      
Irfan menambahkan, dengam KEIN, pihaknya berusaha menjadi jembatan antara dunia usaha, akademis, masyarakat sipil dan pemerintah. 
     
"Kita memfasilitasi adanya 'Knowledge sharing' di antara para pemangku kebijakan ini, lalu hasilnya kita buatkan 'Policy memo' untuk disampaikan pada Presiden," katanya. 
     
Ia berharap, pelajar yang bersekolah di SMK bisa menumbuhkan jika kewirausahaannya. Mereka yang lukusan SMK relatif lebih siap untuk berwirausaha di bidang kreatif. 
     
KEIN mengadakan pertemuan dengan santri dan mahasiswa di Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang. Acara dialog tersebut berlangsung dengan antusias. Para pelajar banyak yang meminta saran agar mereka lebih mantab menjalani usaha kreatif yang sedang dirancang. (*)
Pewarta :
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar