Minggu, 26 Maret 2017

Luhut Minta Teluk Lamong Buka Akses Truk Berbahan Bakar Non-gas

id Luhut pandjaitan, terminal Teluk Lamong, Truk gas, truk non-gas, teluk lamong
Luhut Minta Teluk Lamong Buka Akses Truk Berbahan Bakar Non-gas
Kunjungan Kerja Menko Kemaritiman di Teluk Lamong Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B Pandjaitan (kedua kanan) berbincang dengan Direktur Utama Pelindo III Orias Petrus Moedak (kiri) dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo (kedua kiri) serta Direktur Teknik dan Teknologi Informasi Pelindo III Husein Latief (kanan) ketika meninjau Dermaga Curah Kering di Terminal Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur, Senin (20/3). Kunjungan kerja tersebut dalam rangka meninjau kinerja terminal itu guna mendukung optimalisasi program tol laut. Antara Jatim/Zabur Karuru/17 ()
Manajemen Pelindo III harus menggunakan langkah-langkah supaya perusahaan ini tetap berjalan baik dengan menghitung cash flow. Seperti dengan perpaduan truk berbahan gas dan non-gas masuk
Surabaya (Antara Jatim) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar Terminal Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur membuka akses untuk truk yang berbahan bakar non-gas, tujuannya untuk meningkatkan keuntungan pelabuhan itu.

"Manajemen Pelindo III harus menggunakan langkah-langkah supaya perusahaan ini tetap berjalan baik dengan menghitung cash flow. Seperti dengan perpaduan truk berbahan gas dan non-gas masuk," kata Luhut, usai meninjau Terminal Teluk Lamong, Senin.

Oleh karena itu, Luhut mendorong agar Teluk Lamong tidak hanya menerima truk yang berbahan bakar murni gas saja, melainkan ada perpaduan dari truk gas dan non-gas.

Direktur Teknik Terminal Teluk Lamong Robby Dayoh mengatakan akses untuk truk non-gas sedang dibuka dengan cara melakukan registrasi setiap truk yang akan masuk.

"Memang kami awalnya membatasi truk yang berbahan bakar non-gas untuk masuk, dan sekarang sudah tidak membatasi dengan melakukan perpaduan masuknya truk solar namun harus dilakukan registrasi dulu," katanya.

Ia mengatakan, registrasi dilakukan untuk memenuhi standar emisi gas buang Euro-4, karena sesuai dengan visi dan misi Terminal Teluk Lamong, yakni pelabuhan dengan konsep hijau atau "green port".

"Dalam konsep green port kami juga ingin menekan polusi di wilayah pelabuhan, karena polusi sedang menjadi isu secara global. Intinya, truk non-gas tetap bisa masuk saat ini namun harus memenuhi standar emisi gas buang Euro-4," katanya.

Robby mengaku, Terminal Teluk Lamong terus melakukan registrasi truk berbahan bakar solar supaya bisa masuk ke pelabuhan setempat, sehingga membuka peluang investasi untuk meningkatkan keuntungan pelabuhan.

"Sekarang masih ada sekitar 5000-an truk yang sudah teregistrasi. Dan proses registrasi masih tetap berlangsung," katanya.

Sebelumnya, Terminal Teluk Lamong Surabaya yang merupakan terminal tercanggih di Tanah Air dengan sistem operasi otomatis dan ramah lingkungan, sebagian besar alatnya digerakkan dengan tenaga listrik dan tenaga gas, termasuk total 70 truk pengangkut petikemas dalam pelabuhan itu, sehingga truk yang berbahan bakar solar dan non-gas dari luar harus berhenti di pintu masuk pertama.(*)

Editor: Tunggul Susilo


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0075 seconds memory usage: 0.57 MB