Selasa, 24 Oktober 2017

Puluhan Siswa Dengarkan Dongeng di Stasiun Jember

id pt kai, hari dongeng sedunia, daop 9 jember, siswa tk dan panti asuhan
Puluhan Siswa Dengarkan Dongeng di Stasiun Jember
Puluhan anak-anak TK dan Panti Asuhan mendengarkan dongeng di Stasiun Jember dalam rangka memperingati Hari Dongeng Sedunia, Senin (20/3) (Humas Daop 9 Jember)
Disamping itu, juga disampaikan dongeng edukasi tentang kesadaran sejak dini kepada anak-anak TK dan Panti Asuhan tentang keselamatan di sekitar perlintasan kereta api
Jember (Antara Jatim) - Puluhan siswa dari taman kanak-kanak dan panti asuhan di Kabupaten Banyuwangi dan Jember mendengarkan dongeng di Stasiun Jember, Jawa Timur, Senin sore.

"Kami mengundang anak-anak dari TK Aroma Tica Ijen Tamansari di Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi dan Panti Asuhan At Tafakur di Kabupaten Jember untuk mendengarkan dongeng dalam rangka memperingati Hari Dongeng Sedunia," kata Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 9 Jember Luqman Arif di Jember,

Menurutnya dongeng yang disampaikan tentang nilai legenda atau budaya lokal agar anak-anak menghormati orang tua mereka, sehingga diharapkan dongeng tersebut bisa menghibur sekaligus memberikan edukasi kepada anak-anak.

"Disamping itu, juga disampaikan dongeng edukasi tentang kesadaran sejak dini kepada anak-anak TK dan Panti Asuhan tentang keselamatan di sekitar perlintasan kereta api," tuturnya.

Ia menjelaskan dongeng yang disampaikan juga tentang aturan bagaimana tata cara naik kereta api yang baik dan menjaga anak-anak tersebut untuk turut serta menjaga keamanan perjalanan kereta api.

"Ada tiga pesan utama dalam dongeng yang ingin disampaikan PT KAI. Pertama, anak-anak tidak boleh bermain di sekitar rel kereta api. Kedua, tidak boleh melempar batu ke kereta api yang sedang melintas atau menaruh batu-batuan diatas rel yang dapat membahayakan perjalanan kereta, dan terakhir, harus mematuhi rambu-rambu yang ada di sekitar perlintasan kereta api," katanya.

Peringatan Hari Dongeng Sedunia tersebut dilaksanakan secara serentak PT KAI di seluruh stasiun besar seluruh daerah operasi di Indonesia, baik di Pulau Jawa maupun Sumatera.

Luqman mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya mengubah paradigma masyarakat yang sering mengabaikan masalah keselamatan saat melewati di perlintasan kereta api, sehingga hal tersebut perlu disosialisasikan sejak dini kepada anak-anak. 

"Masalah keselamatan harus dimulai dari kesadaran diri sendiri saat melewati perlintasan kereta api karena palang pintu, sirene, dan petugas di lapangan hanya membantu mengamankankan perjalanan kereta api," ujarnya menambahkan.

Data di Daop 9 Jember mencatat jumlah kasus kecelakaan yang terjadi di pintu perlintasan dan rel kereta api sepanjang wilayah kerja Daop 9 mulai Kabupaten Pasuruan hingga Banyuwangi tercatat sebanyak 10 kasus sejak Januari hingga pertengahan Maret 2017.(*)

Editor: Masuki M. Astro


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0086 seconds memory usage: 0.58 MB