Minggu, 24 September 2017

BBS Akan Usulkan Kenaikan Pengambilan Minyak

id penambangan minyak mentah di Bojonegoro, penyulingan minyak, lapangan sumur minyak tua, Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Jawa Tengah, Agus Amperiyanto,
BBS Akan Usulkan Kenaikan Pengambilan Minyak
Seorang penambang menyuling secara tradisional di lapangan sumur minyak tua di Bojonegoro. (Slamet Agus Sudarmojo)
Usulan kenaikan pengambilan (angkat dan angkut) minyak mentah akan kami sampaikan dalam rapat bersama Pertamina EP di Jakarta, pada 24 Maret.
Bojonegoro (Antara Jatim)- PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), BUMD Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, akan mengusulkan kepada Pertamina EP agar menaikkan ongkos pengambilan minyak lapangan sumur minyak tua di sejumlah desa di Kedewan.
    
Direktur PT BBS Bojonegoro Toni Ade Irawan di Bojonegoro, Senin menjelaskan BBS akan mengusulkan kepada Pertamina EP agar menaikkan ongkos pengambilan minyak mentah dari 70 persen "Indonesian Crude Price" (ICP) naik menjadi 80 persen ICP.
    
"Usulan kenaikan pengambilan (angkat dan angkut) minyak mentah akan kami sampaikan dalam rapat bersama Pertamina EP di Jakarta, pada 24 Maret," ucapnya.
    
Ia juga akan membawa permasalahan keberadaan "trader" atau pemberi uang muka harian pengambilan minyak mentah pada kesempatan pertama kepada para penambang.
    
Keberadaan "trader" itu, kata dia, disebabkan Pertamina EP Asset 4 Field Cepu baru bisa melakukan pembayaran "invoice" (pengiriman produksi minyak mentah) apabila semua persyaratan sudah lengkap.
    
Untuk mengatasi permasalahan itu, menurut dia, BBS harus memiliki alokasi anggaran sebesar Rp10 miliar untuk membayar ongkos pengambilan minyak mentah, sebelum Pertamina EP Cepu membayar minyak mentah kepada penambang.
    
"BBS mengusulkan kepada pemkab tambahan anggaran Rp10 miliar untuk membayar produksi minyak kepada para penambang sumur minyak tua sebelum uang pembayaran dari Pertamina EP Asset 4 Fiel Cepu cair," tuturnya.
    
Lebih lanjut ia menjelaskan sesuai arahan Dirjen Migas dan Mekopolhukam dalam mengelolaan sumur minyak tua harus berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM No. 1 tahun 2008 tentang Pedoman Pengusahaan Pertambangan Minyak Bumi pada Sumur Tua.
    
Di dalam ketentuan itu permasalahan berbagai perizinan termasuk izin lingkungan dan  standarisasi angkutan minyak harus sesuai ketentuan.
    
Dari hasil pendataan, lanjut dia, di Desa Wonocolo, Dandangilo dan Ngrayon, Kecamatan Kedewan, terdapat 542 sumur minyak.
    
"Pengaktifan sumur minyak membutuhkan biaya masing-masing sumur minyak Rp1 miliar," ucapnya.  
    
Namun, lanjut dia, ada usaha dari penambang sendiri yang berusaha mengaktifkan sumur minyak tua.
    
"BBS sudah membahas bersama Bupati Bojonegoro Suyoto terkait pengelolaan lapangan sumur minyak tua," ucapnya. (*)

Editor: Masuki M. Astro


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0088 seconds memory usage: 0.58 MB