Minggu, 26 Maret 2017

Dindik Jatim Tinjau Pelaksanaan USBN SMK di Surabaya

id Dindik Jatim, USBN di SUrabaya, pemprov jatim
Dindik Jatim Tinjau Pelaksanaan USBN SMK di Surabaya
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur Dr Saiful Rachman saat meninjau pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di sejumlah sekolah di Surabaya, Senin. (Humas Dindik Jatim)
Saya bersyukur tidak ada kendala selama USBN berlangsung. Kami tidak menerima laporan apapun dari berbagai sekolah lainnya. Siswanya enjoy semua.
Surabaya (Antara Jatim) - Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur, Senin meninjau pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) untuk SMK di SMK Antartika dan SMKN 2 Surabaya yang berlangsung dari tanggal 20 sampai 22 Maret 2017.

Kepala Dindik Jatim Dr Saiful Rachman yang ikut meninjau pelaksanan USBN di sejumlah sekolah memeriksa kelengkapan sarana prasarana untuk ujian, mulai dari komputer, server, jaringan, dan CCTV.

"Saya bersyukur tidak ada kendala selama USBN berlangsung. Kami tidak menerima laporan apapun dari berbagai sekolah lainnya. Siswanya enjoy semua,” katanya.

Saiful mengatakan, di Surabaya USBN dilaksanakan dengan berbasis komputer. Namun untuk sekolah yang tidak menggunakan komputer pun tidak masalah. Hanya saja menurutnya, USBN berbasis komputer akan sangat memudahkan siswa.

"Itu juga bisa menjadi upaya agar siswa terbiasa saat UNBK pada April mendatang," kata dia.

Dia menjelaskan di SMKN 2 Surabaya tidak ada sekolah lain yang menggabung. Selain itu pengawasannya dilakukan silang murni dengan sekolah lain. Saiful menyebut, USBN harus dilaksanakan dengan baik.

”USBN menentukan untuk kelulusan. Komitmen provinsi adalah menjaga stabilitas pelaksanaan selama ujian berlangsung," tuturnya.

Kepala SMK Antartika Agus Suprijanto mengatakan, di SMK Antartika ada 149 siswa kelas XII yang melaksanakan USBN. Mereka melaksanakan ujian di tiga ruangan dengan menggunakan 49 komputer. Ujian Agama yang dilaksanakan kemarin berlangsung selama tiga sesi.

Selain itu ada lima CCTV yang digunakan di sekolahnya. ”Tetap ada pengawas silang murni. Pengawas di ruang hanya untuk mengawal absensi dan kehadiran siswa,” ujarnya.

Sementara itu Kepala SMKN 2 Djoko Pratmodjo mengatakan, ada 784 siswanya yang ikut ujian. Mereka terbagi dalam 13 ruang yang masing-masing ada 20 siswa. Pihaknya bersyukur tidak ada kendala selama ujian berlangsung.

Siswa, jelas dia, akan ujian hingga besok. Selanjutnya, pada Kamis (23/3), siswa akan break sejenak dari aktivitas ujian. Selanjutnya, pada Jumat dan Sabtu siswa akan mengikuti tryout.

"Pekan selanjutnya, sekolah akan mengintensifkan siswa untuk bimbingan belajar. Kegiatan itu akan digelar hingga menjelang pelaksanaan UNBK pada awal April," katanya. (*)

Editor: Masuki M. Astro


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0266 seconds memory usage: 0.58 MB