Sabtu, 29 April 2017

1.500 Personel Amankan Laga Persebaya Lawan PSIS

id Persebaya Lawan PSIS
1.500 Personel Amankan Laga Persebaya Lawan PSIS
Aksi bonek saat Parade Bela Persebaya pada 26 Desember lalu. (FOTO: Hanif Nashrullah/ Antara Jatim)
Sterilisasi Stadion Gelora Bung Tomo mulai pukul 06.00 pagi agar tak ada pedagang asongan yang masuk di tribun
Surabaya (Antara Jatim) - Sebanyak 1.500 personel akan mengamankan laga persahabatan antara Persebaya Surabaya melawan PSIS Semarang di Gelora Bung Tomo Surabaya pada Minggu (19/3) sore.
     
Kepala Polrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi Mohammad Iqbal kepada wartawan di Surabaya, Sabtu mengatakan 1.500 personel itu telah disiapkan dari gabungan Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) dan Komando Daerah Militer V/Brawijaya, serta Polrestabes Surabaya dan kepolisian sektor jajarannya.
     
Iqbal mengatakan telah melakukan pendekatan persuasif ke berbagai pihak terkait untuk mengamankan laga perdana Persebaya di Surabaya. 
     
"Sejak kemarin malam kita sudah melakukan komunikasi dengan teman-teman bonek, maupun instansi terkait di seluruh kecamatan dan Pemkot Surabaya. Kita sampaikan tahun 2017 adalah berkah Tuhan bahwa Persebaya sudah diperbolehkan main kembali," ujarnya. 
     
Karena itu Iqbal meminta semua pihak untuk membantu polisi menjaga keamanan di laga perdana Persebaya di kandang sendiri. "Citra Bonek juga harus dirubah, yaitu wani tertib, bukan wani rusuh," ujarnya. 
     
Menjelang pertandingan dimulai, pada pukul 12.00 siang besok, Iqbal akan memimpin langsung apel persiapan pengamanan di Gelora Bung Tomo. 
     
"Kita persiapkan strategi pengamanan yang terdiri dari empat ring. Ring satu di dalam stadion hingga kursi 'VIP', ring dua di sekitar tribun, ring tiga di luar stadion, dan ring empat di jalur-jalur masuk stadion," katanya.
     
Iqbal menjelaskan akan ada "floating" personel yang akan memantau dan mengamankan supporter, mulai kedatangannya ke dalam stadion hingga pertandingan usai. 
     
"Kita buat parimeter dari besi-besi. Jadi antrean suppoter akan diintervensi oleh besi-besi. Kita periksa barang-barang berbahaya seperti korek api, batu, dan bahkan botol air mineral tidak boleh masuk ke dalam stadion," tuturnya.
     
Pihaknya telah berkoordinasi dengan panitia pertandingan untuk menyiapkan wadah yang menampung barang-barang yang disita milik para supporter agar nantinya setelah pertandingan usai bisa dikembalikan lagi.
     
"Panitia pertandingan juga telah kita minta untuk menyiapkan plastik. Jadi air mineral di dalam kemasan botol nanti akan kita pindahkan ke dalam plastik yang telah disiapkan panitia, sebagai antisipasi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," ucapnya. 
     
Polisi akan mulai melakukan sterilisasi Stadion Gelora Bung Tomo mulai pukul 06.00 pagi agar tak ada pedagang asongan yang masuk di tribun. 
     
"Pasca pertandingan adalah yang paling rawan. Untuk itu kita sebar ribuan personel bersiaga di ring 3 dan 4. Kita perintahkan patroli roda dua di seluruh Kota Surabaya, yang akan dibantu oleh personel Brimob dan Shabara Polda Jatim," jelasnya.
     
Tak cuma itu, Iqbal telah memerintahkan untuk menindak tegas calo tiket. "Calo yang kita tangkap akan diproses hukum. Sehingga betul-betul pertandingan ini damai, aman, dan nyaman dinikmati," ujarnya. (*)

Editor: Masuki M. Astro


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0834 seconds memory usage: 0.59 MB