Wagub Jatim Harapkan "Smelting" Perkuat Industri Pengolahan

id wagub jatim, gus ipul, smelting, pabrik, pemprov jatim
Wagub Jatim Harapkan
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (tengah) berbincang dengan Presiden direktur PT Smelting Hiroshi Kondo (kanan) serta Plant Manager PT Smelting Antonius Prayoga (kiri) ketika berkunjung ke kawasan pabrik PT Smelting, Gresik, Jawa Timur, Jumat (17/3). Antara Jatim/Fiqih Arfani
Tentu saja PT Smelting menjadi bagian penting terhadap pengembangan industri di Jatim
Gresik (Antara Jatim) - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengharapkan PT Smelting mampu memperkuat industri pengolahan dan membantu peningkatan perekonomian masyarakat di wilayah setempat.

"Tentu saja PT Smelting menjadi bagian penting terhadap pengembangan industri di Jatim," ujarnya di sela syukuran di kantor PT Smelting di Kabupaten Gresik, Jumat.

Jatim, kata dia, sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo pada rapat terbatas beberapa hari lalu diminta untuk fokus terhadap pengembangan industri olahan, perdagangan, jasa dan pertanian sehingga beroperasinya kembali PT Smelting akan sangat berpengaruh positif.

Gus Ipul, sapaan akrabnya menjelaskan, keberadaan PT Smelting sangat membantu neraca perdagangan Jatim karena produknya 60 persen untuk diekspor, dan 40 persen sisanya diserap pasar dalam negeri.

Orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut juga menginginkan agar kapasitas bisa naik tiga kali lipat dari sekarang, yaitu dari saat ini kapasitas produksinya sebesar 300 ribu ton per tahun menjadi hingga 3 juta ton per tahun.

Tak itu saja, Gus Ipul juga meminat agar para investor lain di Jepang untuk ikut mengolah bahan baku di Jatim karena Pemprov Jatim memberikan jaminan dalam berinvestasi, seperti kemudahan perizinan, pengadaan lahan, ketersediaan energi dan listrik, serta iklim buruh yang demokratis.

Di tempat sama, Presiden Direktur PT Smelting Hiroshi Kondo berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Gresik dan Jawa Timur yang turut membantu kelancaran kembali pabrik beroperasi.

Ia menjelaskan, perusahaannya telah mengolah bahan baku alam dari bumi Indonesia, yang artinya keberadaan pabrik telah memberi nilai lebih bagi sumber daya alam yang begitu kaya.

"Sebagai perusahaan yang telah beroperasi di sini selama 20 tahun, tentu kami berkomitmen dan berpegang teguh kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku di negeri ini," katanya. (*)
Video oleh: Fiqih A

Editor: Tunggul Susilo


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0288 seconds memory usage: 0.58 MB