Kamis, 30 Maret 2017

Pemprov Jatim Siapkan Aplikasi Pemasaran UMKM Gratis

id aplikasi pemasaran, koperasi di jatim, pemprov jatim, umkm jatim
Pemprov Jatim Siapkan Aplikasi Pemasaran UMKM Gratis
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jatim I Made Sukartha (kanan) saat meninjau stan pameran di sela pembukaan Gelar Produk Unggulan Jatim 2017 di Surabaya, Rabu (15/3). (Foto Fiqih Arfani)
Zaman sekarang ini tidak bisa lepas dari teknologi sehingga harus benar-benar dimanfaatkan untuk memasarkan produk lokal.
Surabaya (Antara Jatim) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan aplikasi pemasaran gratis terhadap produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) agar mampu bersaing dengan daerah lain, khususnya dari luar negeri.

"Zaman sekarang ini tidak bisa lepas dari teknologi sehingga harus benar-benar dimanfaatkan untuk memasarkan produk lokal," ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jatim I Made Sukartha di sela pembukaan Gelar Produk Unggulan Jatim 2017 di Surabaya, Rabu.

Selain itu, pihaknya juga akan mendata usaha kecil menengah yang belum masuk ke dunia digital (online) untuk memasarkan produknya, termasuk mengubah pelaku usaha maupun konsumen yang masih menggunakan aplikasi berbayar.

"Pemasaran digital sudah menjadi kebutuhan dan bagi mereka yang ingin bersaing maka harus menguasai dan memahaminya," ucapnya.

Kendati demikian, mantan kepala biro perekonomian Jatim itu mengaku tetap memperkuat pasar "offline" yang sudah dilakukan selama ini, salah satunya pameran produk karena merupakan pintu masyarakat mengenal produk UMKM asal Jatim.

Sampai saat ini, kata dia, di 26 kantor perwakilan dagang Jatim Indonesia terus membantu memasarkan dan mengenalkan produk UKM sehingga bisa bersaing bukan hanya dengan produk dari provinsi lain saja, tetapi juga produk dari negara tetangga.

"Memberikan ruang pada UKM adalah tugas Pemprov dan kami juga sangat memberi apresiasi pada pihak swasta yang berani menggelar pameran," katanya.

Pemprov, lanjut dia, tetap memfasilitasi produk yang sudah berhasil di pameran untuk mengikuti acara serupa di daerah lain guna mengukur pasar dan kualitas produk apakah bisa diterima atau tidak.

"Yang pasti kami harus terus berinovasi agar produk Jatim bisa bersaing dan diterima masyarakat Indonesia, bahkan mancanegara," katanya. (*)

Editor: Masuki M. Astro


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0265 seconds memory usage: 0.57 MB