Pemkot Madiun Berperan Aktif Tingkatkan Partisipasi Pilkada 2018

id Pemkot Madiun Berperan Aktif Tingkatkan Partisipasi Pilkada 2018, Penyuluhan Dalam Rangka Persiapan Pemilihan Umum Gubernur, Wakil Gubernur, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2018, pemkot madiun, kota madiun, KPU Kota Madiun Intensif Sosialisasi Pilkada 2018, sosialisasi KPU kota madiun, sosialisasi pilkada 2018, Pileg 2019, Pilpres 2019, KPU Kota Madiun Tunggu NPHD untuk Pilkada, KPU Madiun Usulkan Dana Pilwali Rp13,4 Miliar, KPU Madiun Usulkan Dana Pilwali Rp14,4 Miliar, KPU kota Madiun, dana pilwali madiun, pemilihan ali kota dan wakil wali kota madiun, pilkada serentak, pilwali kota madiun 2018, kota madiun, KPU kota madiun

Pemkot Madiun Berperan Aktif Tingkatkan Partisipasi Pilkada 2018

Wakil Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto saat membuka kegiatan Penyuluhan Dalam Rangka Persiapan Pemilihan Umum Gubernur, Wakil Gubernur, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2018 di Gedung Pertemuan Wisma Haji Kota Madiun, Selasa (14/3). Kegiat

Madiun (Antara Jatim) - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Bankesbangpol) berperan aktif meningkatkan partisipasi masyarakat setempat pada Pilkada Serentak Tahun 2018 dengan mengadakan kegiatan "Penyuluhan Dalam Rangka Persiapan Pemilihan Umum Gubernur, Wakil Gubernur, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2018". 

"Kalau menilai dari pilkada beberapa waktu lalu, partisipasi cukup tinggi di atas 70 persen dilihat dari angka nasional. Diharapkan partisipasi warga Kota Madiun pada pilkada mendatang dapat lebih baik. Sehingga pilkada bisa dimanfaatkan oleh semua yang memiliki hak pilih khususnya untuk pemilih pemula," ujar Wakil Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto saat membuka kegiatan penyuluhan tersebut di Gedung Pertemuan Wisma Haji Kota Madiun, Selasa (14/3).

Selain memberikan wawasan kepada masyarakat untuk menyalurkan hak pilihnya dengan tepat, kegiatan penyuluhan tersebut juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar pilkada mendatang berjalan sukses, lancar, dan berkualitas, sehingga akan menciptakan figur kepala daerah yang mampu bekerja mewujudkan kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat Kota Madiun.

Pihaknya juga berharap pilkada serentak tahun 2018 tersebut mendapat dukungan penuh dari TNI, Polri, serta seluruh elemen masyarakat yang ada. Tak ketinggalan, peran aktif tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pendidik juga sangat diperlukan agar penyelenggaraan pilkada berjalan aman dan lancar.

"Saya perlu mengajak seluruh elemen masyarakat di Kota Madiun untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan Pilkada Serentak tahun 2018. Warga diminta untuk menggunakan hak pilihnya sesuai dengan nurani masing-masing, sehingga tercipta suasana pemilu yang damai dan bermartabat," ucap Sugeng.   

Ia menambahkan, Pilkada serentak, harus bisa dijadikan pembelajaran pendidikan politik oleh masyarakat Kota Madiun, khususnya, yang merupakan subyek demokrasi. Sehingga cita-cita demokrasi dapat tercapai.

"Sosialisasi kali ini kiranya perlu diteruskan ke masyarakat sekitar dan lingkungan tingkat bawah seperti RT, agar masyarakat menjadi pemilih yang cerdas," kata dia.

Sesuai rencana, kegiatan penyuluhan tersebut akan diselenggarakan selama lima hari dengan jumlah peserta mencapai 2.000 orang. Dimana pada penyuluhan tanggal 14–16 Maret 2017 diikuti peserta dari kalangan ketua RT dan RW se-Kota Madiun, sedangkan tanggal 17–21 Maret 2017 diikuti pelajar SMA baik negeri ataupun swasta se-Kota Madiun. Sedangkan narasumbernya, menghadirkan Wakil Wali Kota Madiun, Sekda Kota Madiun, KPU Kota Madiun, dan Dispendukcapil Kota Madiun.

Sementara, Ketua KPU Kota Madiun Sasongko mengatakan, selain Pemkot Madiun, pihaknya juga intensif melakukan sosialisasi awal terkait Pilkada Serentak tahun 2018 dan Pemilu Legislatif serta Pemilihan Presiden 2019 guna meningkatkan partisipasi masyarakat setempat. 

"Sosialisasi sengaja memanfaatkan forum pertemuan RT/RW yang sudah ada di tiap kelurahan, karena forum tersebut cukup strategis sebagai media sosialisasi awal," ujar Sasongko.

Adapun materi sosialisasi yang diberikan di antaranya adalah terkait rencana tahapan pilkada dan hal-hal baru dalam proses seleksi badan "adhoc" seperti PPK, PPS dan KPPS. Selain itu juga rencana serentak pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden tahun 2019 serta dialog antara komisioner KPU dengan peserta. 

KPU juga memberikan sosialisasi tentang proses pemutakhiran pemilih yang berbasis KTP elektronik. Serta identitas kependudukan bagi pemilih yang belum ber-KTP elektronik dapat menunjukkan surat identitas kependudukan yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat. 

KPU berharap sosialisasi intensif yang dilakukan oleh KPU maupun pemerintah daerah tersebut mampu memberikan pemahaman awal kepada masyarakat tentang penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018 maupun Pileg-Pilpres tahun 2019.

"Sehingga partisipasi positif dari masyarakat pada pesta demokrasi tersebut dapat lebih baik dibandingkan dengan pemilu yang sebelumnya," imbuhnya.
     
Seperti diketahui, tahun 2018 akan diadakan Pilkada Serentak se-Indonesia, yaitu pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota. Di Jawa Timur, ada sebanyak 18 kabupaten/kota yang melaksanakan pilkada, termasuk Kota Madiun.

Sesuai rencana, perhelatan Pilkada Kota Madiun akan dilaksanakan pada Juni 2018, sehingga tahapan persiapan mulai dilakukan pada akhir tahun 2017.  

Sementara, hadir pada kegiatan tersebut yaitu Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Madiun, anggota Forkopimda Kota Madiun, Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Madiun, Dirut BUMD Kota Madiun serta Ketua KPU Kota Madiun. (*)
Pewarta :
Editor: Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar