Sabtu, 25 Februari 2017

Pupuk Indonesia Minta Petani Tak Risaukan Pasokan

id Pupuk Indonesia, Pupuk Bersubsidi, pupuk
Pupuk Indonesia Minta Petani Tak Risaukan Pasokan
Ilustrasi - Seorang petani di Bojonegoro memikul anaknya berangkat ke sawah. (Slamet Agus Sudarmojo)
Terkait adanya keluhan petani yang kesulitan memperoleh pupuk di beberapa daerah, kata Wijaya, hal itu karena banyak petani yang tidak terdaftar di RDKK, akibatnya pada saat mereka membutuhkan pupuk bersubsidi mereka tidak terlayani karena tidak mendapatkan jatah di kios-kios, padahal stok pupuk tersedia sangat cukup, selain itu memang ada keterbatasan alokasi untuk daerah tertentu.
Surabaya,  (Antara Jatim)  - PT Pupuk Indonesia (Persero) meminta petani di berbagai wilayah tidak perlu khawatir tidak kebagian pasokan pupuk meski permintaan cukup tinggi di saat musim tanam berlangsung, karena telah disiapkan pasokan siap pakai di seluruh wilayah Indonesia.

Kepala Corporate Communication PT Pupuk Indonesia (Persero) Wijaya Laksana dalam keterangan tertulisnya di Surabaya, Jumat mengatakan pasokan siap pakai di seluruh Indonesia bertujuan untuk mengamankan distribusi pupuk urea bersubsidi, dan untuk mencegah terjadinya penyimpangan penyaluran di lapangan.

"Kami bersama anak usaha berkomitmen menyalurkan pupuk subsidi ke seluruh tanah air, dan terus meningkatkan kualitas sistem monitoring stok agar lebih memudahkan dalam mengetahui ketersediaan stok pupuk di seluruh daerah di tanah air," katanya.

Ia menyebut hingga 14 Februari 2017 stok pupuk di lini I hingga III untuk Urea sebesar 971.177 ton, stok NPK sebesar 273.007 Ton, stok SP-36 sebesar 93.588 Ton, ZA sebesar 138.507 Ton dan organik sebesar 51.613 Ton.

Sebelumnya dalam pendistribusian pupuk bersubsdidi pemerintah menerapkan sistem secara tertutup dengan mempergunakan sistem distribusi dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). 

Wijaya mengatakan untuk dapat memperoleh pupuk bersubsidi, petani agar tergabung dengan kelompok tani dan menyusun RDKK. 

"Pupuk bersubdisi itu hanya untuk petani yang tergabung dalam kelompok tani dan jumlah petani sudah direkap dengan baik," tuturnya.
      
Terkait adanya keluhan petani yang kesulitan memperoleh pupuk di beberapa daerah, kata Wijaya, hal itu karena banyak petani yang tidak terdaftar di RDKK, akibatnya pada saat mereka membutuhkan pupuk bersubsidi mereka tidak terlayani karena tidak mendapatkan jatah di kios-kios, padahal stok pupuk tersedia sangat cukup, selain itu memang ada keterbatasan alokasi untuk daerah tertentu.

Sementara itu, untuk mempermudah petani atau masyarakat memperoleh pupuk dan sarana pendukung lainnya, Pupuk Indonesia menyeragamkan kios-kios resmi pupuk yang ada dengan  nama "PI Mart" (Pupuk Indonesia Mart) yang merupakan program dari Pupuk Indonesia.

Program ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mempermudah masyarakat atau petani yang ada di sekitar wilayah pemasaran untuk mendapatkan informasi mengenai produk-produk pupuk.  

"Kita rapikan kios kios pupuk yang ada. Tampilan dipercantik, bangunannya diseragamkan sebagai kios resmi pupuk Indonesia," imbuhnya.(*)

Editor: Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0071 seconds memory usage: 0.57 MB