Sabtu, 25 Februari 2017

Pemprov Jatim Sosialisasikan "3M Plus" Cegah Demam Berdarah

id pemprov jatim, dinas kesehatan, demam berdarah, pancaroba
Pemprov Jatim Sosialisasikan
Seorang petugas Dinas Kesehatan Bojonegoro melakukan pengasapan untuk membunuh nyamuk penyebab demam berdarah (Slamet Agus Sudarmojo)
Dinas Kesehatan bekerja sama dengan tim penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) terus bersosialisasi ke seluruh daerah
Surabaya (Antara Jatim) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengaku tak berhenti menyosialisasikan program "3M Plus" untuk mencegah penyakit demam berdarah yang kerap muncul saat masa pancaroba.

"Dinas Kesehatan bekerja sama dengan tim penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) terus bersosialisasi ke seluruh daerah," ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Jatim Benny Sampir Wanto ketika dikonfirmasi di Surabaya, Kamis.

Ia menjelaskan, program "3M Plus" adalah menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air dan mengubur barang-barang bekas, kemudian ditambah pencegahan seperti menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk dan menggunakan kelambu saat tidur.

"Program 3M sudah sering didengar, tapi yang harus diingat itu tambahannya dan masyarakat wajib mewaspadainya," ucapnya mendampingi Kepala Dinas Kesehatan Jatim dr Kohar Hari Santoso.

Sejumlah langkah antisipasi lainnya, kata dia, yaitu optimalisasi gerakan "Satu  Rumah  Satu  Jumantik (Juru Pemantau Jentik)", kemudian melakukan pendampingan kepada daerah yang mengalami peningkatan kasus demam berdarah meliputi mentoring klinik dan penyelenggaraan bimbingan teknis penyelidikan epidemiologi. 

Tak itu saja, pihaknya juga mendistribusikan dan menyiapkan stok logistik (insektisida maupun larvasida), serta peralatan berupa alat pengasapan, serta melakukan monitoring ketat terhadap jumlah kasus demam berdarah.

Sementara itu, dari 19 kabupaten/kota yang sudah melaporkan kasus demam berdarah di wilayahnya sejak Januari 2017,  tiga daerah dengan jumlah penderita terbanyak adalah Bondowoso sebanyak 69 kasus, Kabupaten Probolinggo sebanyak 66 kasus, dan Kota Probolinggo sebanyak 36 kasus.

Akibat kasus-kasus tersebut, lanjut dia, sudah lima orang meninggal dunia, masing-masing berasal dari Kota Batu, Bondowoso, Jember, dan Malang.

Berdasarkan data 2016, total jumlah penderita di Jatim sebanyak 24.098 orang, dengan rata-rata 61,9 per 100.000 penduduk (peringkat ke-16 di Indonesia), kemudian berakibat sebanyak 339 orang meninggal dunia atau 1,4 persen dari total penderita.

Di sisi lain, nemasuki masa peralihan antara musim hujan dan musim kemarau ini, beberapa penyakit yang muncul antara lain diare, influenza, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), demam berdarah, dan chikungunya.

Pihaknya berharap dalam kehidupan sehari-hari masyarakat harus ikut rajin mengantisipasinya, antara lain dengan berperilaku hidup besih dan sehat dengan mencuci tangan pakai sabun sebelum maupun sesudah beraktivitas, makan makanan bergizi seperti sayur-sayuran dan buah-buahan, minum vitamin atau suplemen sesuai yang diperlukan.

"Jangan lupakan olahraga teratur untuk menjaga kebugaran, serta datang ke fasilitas layanan kesehatan bila mengalami gangguan kesehatan," katanya. (*)

Editor: Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0129 seconds memory usage: 0.58 MB