Sabtu, 25 Februari 2017

Jatim Kembangkan SMK Mini Berdayakan Siswa dan Masyarakat

id SMK Mini, Pemprov Jatim
Jatim Kembangkan SMK Mini Berdayakan Siswa dan Masyarakat
Ilyan Sukartono bersama dengan salah seorang instruktur saat meninjau peralatan pembuatan roti di SMK Miftahul Ulum, Tumpeng, Wonosari, Bondowoso, Rabu (15/2) (Masuki M Astro)
Bondowoso (Antara Jatim) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengembangkan sekolah menengah kejuruan atau SMK Mini untuk memberdayakan para siswa dan masyarakat sekitar agar memiliki keterampilan tambahan.

Penanggung Jawab Hibah SMK Mini Dinas Pendidikan Pendidikan Jawa Timur Ilyan Sukartono saat meresmikan SMK Mini di SMK Miftahul Ulum Desa Tumpeng, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, Rabu menjelaskan bahwa SMK mini pada hakibatnya adalah sekolah reguler yang diberi tugas tambahan.
     
"Selain mendidik siswa sesuai kompetensinya, SMK Mini juga mendidik masyarakat sekitar untuk mengembangkan potensi lokal di wilayahnya," kata pejabat yang kini sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Lumajang itu.
     
Ia menjelaskan pada 2016 ada 100 SMK yang mengajukan mendapatkan hibah SMK mini, namun setelah dilakukan verifikasi hanya 53 lembaga yang dinyatakan lolos, salah satunya SMK Miftahul Ulum yang berada di bawah naungan Ponpes Miftahul Ulum ini.

"Sekolah yang dinyatakan lolos verifikasi mdnapatkan hibah sebesar Rp250 juta untuk digunakan menyelenggarakan pelatihan selama enam bulan. Pelatihan yang diberikan berupa pembuatan produk, pemasaran dan kewirausahaan," katanya.

Ia menjelaskan sejumlah sekolah sudah berhasil menyelanggarakan program unggulan dari Gubernur Jatim Soekarwo untuk sekolah di pondok pesantren ini. Salah satunya adaslah SMK di Jember yang produksinya sudah merambah ke luar negeri.
    
"SMK di Jember itu awalnya membuat bantal kursi, kemudian berkembang membuat sabuk, dan batik. Produksinya diekspor ke Belanda dan sejumlah negara di Asia. SMK ini berhasil karena menggandeng dunia usaha dan industri yang pas sebagai pendamping," katanya.

Selain keseriusan pengelola, kata dia, pemilihan pendamping dari dunia usaha dan industri turut memberi andil dalam keberhasilan program tersebut.

Sementara Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Bondowoso H Mahrus, MPd mengatakan SMK Mini merupakansalah satu program unggulan Gubernur Jatim dengan sasaran ponpes yang memiliki SMK.

"Kita siap laksanakan amanah dari pemprov Jatim dengan cara semakin maju dan semakin baik.Alhamdulillah Bondowoso tahun 2016 ada satu SMK yang mendapatkan hibah, yakni SMK Miftahul Ulum dengan memproduksi roti pocong," katanya.
     
"Program ini memuka peluang usaha bagi siswa dan alumni. Bahan untuk praktik pembuatan produk sudah disediakan semua dalam program ini.  Bahkan sudah ada modulnya juga," katanya.

Mahrus berharap program di Bondowoso itu bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan oleh Gubernur Jatim. Ia berharap jika SMK Miftahul Ulum berhasil akan menjadi motivasi bagi sekolah lain untuk mendapatkan program serupa.

Sementara Kepala SMK Miftahul Ulum Imam Fathollah, MPdI menjelaskan bahwa program itu diikuti oleh siswa, alumni dan masyarakat. Dengan menggandeng instruktur dari luar dan berpengalaman diharapkan para peserta memiliki keterampilan untuk bisa menopang kebutuhan ekonomi mereka seuai dengan potensi di daerah itu. (*)

Editor: Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0219 seconds memory usage: 0.58 MB