Jumat, 24 Maret 2017

Menikmati Megahnya Masjid Islamic Center Mataram

id Islamic Center Mataram
Menikmati Megahnya Masjid Islamic Center Mataram
Masjid Hubbul Wathan saat malam hari (Firman Fitriadi)
Mataram (Antara Jatim) - Pulau Lombok di Provinsi Nusa Tenggara Barat dikenal sebagai daerah dengan julukan "Pulau Seribu Masjid". Julukan itu menunjuk pada banyaknya tempat ibadah umat Islam di wilayah yang berada di antara Nusa Tenggara Timur dengan Bali tersebut.

Dalam suatu kesempatan, Lalu Kadri, seorang pramuwisata di Pulau Lombok, menyebutksan bahwa hampir setiap kampung di wilayahnya memiliki masjid. Bahkan ada satu kampung yang bisa memiliki lebih dari satu masjid.

Islamic Center yang digagas oleh Tuan Guru Haji Zainul Majdi, tokoh politik sekaligus ulama di Bumi Gora itu, terlihat sangat megah. Apalagi jika malam, lampu-lampu didesain bisa berubah-ubah warnanya.

Sebetulnya, Islamic Center itu bukan nama dari masjid tersebut. Islamic center merujuk pada fungsi dari tempat ibadah itu yang diharapkan menjadi pusat dari seluruh kegiatan yang bernuansa Islam, termasuk kajian-kajian kelimuan.

Nama masjid yang berdiri di atas tanah seluas 7,5 hektare dan mampu menampung belasan ribu orang itu adalah "Hubbul Wathan" yang berarti Cinta Tanah Air.

TGH Zainul Majdi yang juga Gubernur NTB dan akrab dipanggil Tuan Guru Bajang (TGB) itu menjelaskan alasan dinamainya Hubbul Wathan. 

"Masjid ini dinamai Hubbul Wathan dengan tujuan untuk mengingatkan kita bahwa NTB yang merupakan bagian dari Indonesia adalah amanat yang harus kita cintai. Wujud rasa cinta itu adalah berupaya nyata membangun daerah," ujarnya saat meresmikan masjid itu di Mataram, Senin 12 Septermber 2016.

Masjid bergaya Timur Tengah yang berdiri megah di jantung Kota Mataram itu, memiliki lima menara yang menjulang tinggi. Satu dari lima menara merupakan bangunan tertinggi di Kota Mataram, mencapai 99 meter sebagai perlambang "asmaul husna" atau 99 nama indah Allah SWT.

Menara Islamic Center yang dilengkapi "lift" sehingga memudahkan jamaah untuk menaikinya. Bangunan megah ini tampak lebih cemerlang dengan cat warna utama kuning emas dan krem dengan paduan hijau tosca.

"Masjid ini megah banget. Saya kagum dengan tata lampu dan desainnya. Selain dinikmati ketika kita masuk ke dalamnya, tata lampu masjid ini juga menarik dilihat dari luar. Teman-teman fotografer dari Lombok bilang sangat bagus kalau kita motret saat matahari terbenam," kata Firman Fitriadi, fotografer asal Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, yang pernah berkunjung ke masjid itu.

Masjid itu juga menjadi tempat perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-26 pada Agustus tahun 2016 yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.(*)

Editor: Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0629 seconds memory usage: 0.59 MB