Sabtu, 25 Februari 2017

BPBD Sidoarjo Belum Turunkan Status Darurat Bencana Jabon

id Pemkab Sidoarjo, BPBD Sidoarjo, Belum Turunkan Status, Darurat Bencana Jabon
BPBD Sidoarjo Belum Turunkan Status Darurat Bencana Jabon
Wagub Jatim Tinjau Banjir Jabon Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (tengah) meninjau permukiman warga yang terendam banjir di Jabon, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (26/1). Banjir telah melanda lima desa di Kecamatan jabon selama dua pekan sehingga menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu. Antara Jatim/Umarul Faruq/zk/17 ()
Sidoarjo, (Antaram Jatim) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur masih belum menurunkan status darurat bencana untuk wilayah Kecamatan Jabon, menyusul terjadinya bencana banjir yang melanda wilayah setempat selama beberapa pekan terakhir.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sidoarjo Dwijo P, Sabtu mengatakan, sampai dengan saat ini sejumlah desa yang ada di Sidoarjo, khususnya yang ada di Kecamatan Jabon masih tergenang banjir dengan ketinggian bervariasi.

"Untuk wilayah Jabon statusnya masih darurat bencana dan sampai dengan saat ini masih dilakukan pengendalian banjir di wilayah tersebut, termasuk juga membuka dapur umum dan juga posko kesehatan di masing-masing balai desa di Jabon," ungkapnya.

Menurutnya, banjir masih menggenangi ratusan rumah yang ada di Desa Semambung dan juga di Desa Kupang, Jabon dengan ketinggian sekitar 50 centimeter sampai dengan 70 centimeter, tergantung dari letak geografis rumahnya.

"Bantuan juga masih terus kami lakukan di antaranya dapur umum, dan juga kebutuhan lainnya seperti sepatu 'boot' untuk membantu masyarakat melakukan aktivitasnya sehari-hari," tuturnya.

Keberadaan petugas kesehatan juga selalu disiagakan di lokasi ini, dan petugas ini selalu jemput bola menemui para korban banjir yang ada di rumah-rumah penduduk untuk memberikan bantuan kesehatan.

"Rata-rata yang dikeluhkan oleh masyarakat terkait dengan peristiwa banjir ini adalah penyakit gatal-gatal akibat kurangnya kebersihan di masyarakat, oleh karenanya kami akan terus memberikan pasokan air bersih kepada warga yang mengalami musibah banjir ini," ucapnya.

Ia menyatakan, akibat banjir ini warga yang tinggal di dua desa tersebut sebagian terpaksa harus mengungsi, terutama di malam hari karena rumah mereka tidak bisa ditempati untuk tidur.

"Kalau malam di Posko Desa Semambung terdapat sekitar 80 keluarga yang mengungsi dan di Desa Kupang sekitar 100 keluarga yang mengungsi. Ini pada malam hari, kalau pada siang hari sebagian berangkat untuk bekerja dan berkegiatan sehari-hari," ujarnya.

Untuk mengatasi permasalahan banjir ini, lanjut dia, pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas Pekerjaan Umum Pengairan Kabupaten Sidoarjo untuk membantu mengatasi permasalahan banjir yang terjadi di Sidoarjo ini.

"Kami melihat sudah alat berat yang dikerahkan oleh dinas pekerjaan umum setempat untuk membantu membuat tanggul di Desa Kedungpandan Jabon, karena diduga dari lokasi inilah kiriman air masuk ke wilayah Jabon dari daerah hulu," tambahnya.(*)

Editor: Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0098 seconds memory usage: 0.58 MB