Kamis, 27 April 2017

Presiden Klub: Bola Akan Hapus Citra Negatif Madura

id Madura United, sepak Bola, Hapus Citra Negatif Madura
Presiden Klub: Bola Akan Hapus Citra Negatif Madura
Presiden Klub Madura United FC Achsanul Qosasi bersama Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu Ziaul Haq saat konferensi pers tentang persiapan Madura United menghadapi Piala Presiden 2017. (Abd Aziz)
Inilah sebenarnya cita-cita saya mengapa saya begitu serius mengelola klub sepak bola ini," kata Achsanul Qosasi
Bangkalan (Antara Jatim) - Presiden Klub Sepak Bola Madura United FC Achsanul Qosasi menyatakan, perkembangan dunia olahraga, khususnya sepak bola di Pulau Madura akan menghapus citra negatif etnik Madura sebagai kelompok masyarakat tukang carok dan sulit diatur.

"Inilah sebenarnya cita-cita saya mengapa saya begitu serius mengelola klub sepak bola ini," kata Achsanul Qosasi, Senin.

Selama ini, kata dia, masyarakat Madura dikenal sebagai masyarakat yang suka carok, yakni berkelahi dengan menggunakan senjata tajam jenis celurit, dan masyarakat yang sulit diatur.

Tapi di dunia sepak bola, masyarakat Madura justru termasuk masyarakat yang paling tertib, dan didukung oleh suporter yang sportif.

Pria kelahiran Sumenep, Madura, Jawa Timur ini menuturkan, pada peresmian stadion baru di Kabupaten Pamekasan dan pertandingan antara Madura United melawan Persija Jakarta, ribuan orang tidak bisa masuk stadion.

Namun, mereka tidak anarkis dan menerima kenyataan itu dengan lapang dada, bahkan masyarakat Madura justru memberikan masukan kepada panitia pelaksaan kegiatan agar sistem pembelian tiket dievaluasi.

"Mereka sadar, ada sistem yang salah, sehingga mereka tidak ngamuk, malah justru memberikan saran dan masuk agar pertandingan berikutnya lebih baik," tutur Achsanul.

Achsanul Qosasi yang juga anggota Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) itu lebih lanjut menjelaskan, sikap masyarakat Madura ini menunjukkan, bahwa kini masyarakat telah sadar dan memahami aturan main dalam dunia sepak bola.

"Ini tentunya modal bagus untuk mengangkat nama Madura lebih melalui sepak bola," katanya.

Konsep memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat oleh Achsanul Qosasi juga dibuktikan dengan melakukan kegiatan sosial yang melibatkan klub sepak bola Madura United.

Salah satunya melalui program pemain masuk pesantren, seperti yang digelar di Pondok Pesantren Al-Khairat Bata-Bata, Pamekasan belum lama ini.

"Pada pekan ngaji yang akan digelar tanggal 1 hingga 10 Februari 2017 ini, kami juga ingin mengajak pemain bergabung dengan santri dan masyarakat untuk ikut kegiatan mengaji," kata Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB) Ziaul Haq. (*)

Editor: Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0231 seconds memory usage: 0.57 MB