Kamis, 2 Maret 2017

Pimpinan Baru BI Jatim Siap Gandeng Pemprov Jaga Inflasi (Video)

id Bank Indonesia, BI Jatim, Pimpinan Baru BI Jatim
Pimpinan Baru BI Jatim Siap Gandeng Pemprov Jaga Inflasi (Video)
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo saat memberikan pidato dalam acara serah terima Kepala Kantor BI Jatim di Surabaya, Rabu (11/1) (Foto Moch Asim)
Saya beharap angka inflasi mampu terus ditekan. Terlebih tahun ini nilai inflasi diyakini bakal lebih tinggi. Sebab, beberepa harga kebutuhan pokok melonjak di awal tahun, seperti pengurangan subsidi listrik 900 VA, lalu distribusi LPG dengan sistem tertutup. Belum lagi harga cabai yang melambung.
Surabaya, (Antara Jatim) - Peminpin Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah mengaku siap menggandeng pemprov setempat untuk menjaga inflasi di wilayah tersebut.







"Jatim terbukti memiliki pertumbuhan ekonomi yang bagus, yakni mencapai 5,6 persen pada tahun lalu. Saya sebagai pemimpin baru harus bisa berkoordinasi dan bekerja sama dengan Pemprov Jatim untuk meningkatkan kembali pertumbuhan ekonomi tahun ini," kata Difi, usai serah terima jabatan di Gedung BI Surabaya, Rabu.







Difi yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala BI Perwakilan Sumatera Utara itu mengaku akan meningkatkan koordinasi dan komunikasi untuk terus bersinergi mengawal pergerakan inflasi serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jatim.







"Intinya, saya siap meneruskan kinerja positif yang telah dilakukan oleh pimpinan sebelumnya, dan kami siap mendorong pengembangan ekonomi, agar bisa meningkatkan stabilitas sistem keuangan perbankan Jatim," katanya.







Sementara Gubernur BI Agus Martowardojo yang menyaksikan serah terima jabatan tersebut mengatakan pimpinan BI Perwakilan Jatim yang baru memiliki tugas yang berat, karena Jatim merupakan salah satu penopang perekonomian nasional.







Agus juga menekankan pentingnya peran pemimpin BI Perwakilan Jatim untuk menekan angka inflasi, sebab pada tahun 2016 angka inflasi Jatim hanya tercatat 2,74 persen atau lebih baik daripada nasional yang rasio inflasinya menyentuh 3,02 persen.







"Saya beharap angka inflasi mampu terus ditekan. Terlebih tahun ini nilai inflasi diyakini bakal lebih tinggi. Sebab, beberepa harga kebutuhan pokok melonjak di awal tahun, seperti pengurangan subsidi listrik 900 VA, lalu distribusi LPG dengan sistem tertutup. Belum lagi harga cabai yang melambung," katanya.







Oleh karena itu, kata Agus kerja sama dengan Pemprov Jatim untuk menekann harga bahan pangan sangat diperlukan, agar harga pangan seperti beras, cabai, gula dan tepung bisa dikendalikan.







Sementara itu, mantan Kepala BI Perwakilan Jawa Timur Benny Siswanto kini bertugas sebagai Kepala BI Regional I yang membawahi wilayah Sumatera.(*)
Video oleh : A Malik Ibrahim

Editor: Masuki M. Astro


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0082 seconds memory usage: 0.58 MB