Bupati Mojokerto Minta Evaluasi Komperhensif Sektor Pendidikan

id Pemkab Mojokerto

Bupati Mojokerto Minta Evaluasi Komperhensif Sektor Pendidikan

Kegiatan Program Kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Rabu (11/1) (istimewa )

Mojokerto (Antara Jatim) - Bupati Mojokerto, Jawa Timur, Mustofa Kamal Pasa meminta sektor
pendidikan dievaluasi secara komprehensif untuk meningkatkan kualitas
dan pelayanan pada masyarakat.


"Saya meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan melakukan evaluasi
secara komperhensif, dan membuat langkah-langkah strategis untuk
meningkatkan kualitas layanan pendidikan," katanya saat menghadiri
kegiatan sosialisasi program kerja untuk membina aparatur sipil negara
(ASN) di lingkungan Diknas Kabupaten Mojokerto, di GOR Dinas Pendidikan
Kabupaten Mojokerto, Rabu.


Dalam kesempatan itu, dirinya juga minta kepada kepala UPT
kecamatan, pengawas sekolah, kepala sSekolah dan guru untuk memacu
fungsi manajerial dan evaluasi mutu pendidikan.


"Saya mengingatkan kepada semua ASN, agar senantiasa melayani
masyarakat dengan profesional, jujur dan tidak melakukan pungli dalam
dunia pendidikan, misalnya, pungli pengangkatan Kepala Sekolah, mutasi
guru, kenaikan pangkat dan tunjangan profesi pendidik," katanya.


Dirinya mengajak supaya menjadi ASN yang amanah, dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat khususnya Kabupaten Mojokerto.


"Aparatur pemerintah yang terbukti menjalankan praktik pungli,
akan ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku," katanya.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Zaenal
Abidin, memaparkan beberapa proker yang akan dijalankan.


"UU No 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah Kewenangan
pengelolaan pendidikan menengah (SMA/SMK) dan pendidikan khusus, telah
menjadi urusan provinsi mulai efektif bulan Januari 2017," katanya.


Ia mengatakan, terkait program atau kegiatan mendesak di tahun
2017 ini antara lain Ujian Nasional dan USBN SMP yang rencananya bakal
dihelat awal Mei 2017.


"Mata pelajaran Ujian Nasional (UN) yang diujikan adalah
Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan IPA. Sedangkan mata
pelajaran Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) meliputi Pendidikan
Agama, PPKN dan IPS," katanya.


kegiatan yang diikuti oleh kurang lebih 486 orang peserta pembinaan yang terdiri dari 18 Kepala UPT Kecamatan, 386 Kepala SDN, 38 Pengawas SD, 6 orang Pengawas SMP, 18 perwakilan guru SD dan 20 orang Sek/Kabid/Kasi.(*)
Pewarta :
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar