Polresta Kediri Tahan Tiga Pengedar Sabu-sabu

id Polisi kediri, Tahan Tiga Pengedar, pengedar Sabu-sabu

"Petugas mendapatkan infomrasi jika yang bersangkutan melakukan transaksi narkoba jenis sabu-sabu. Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, petugas menahan yang bersangkutan di indekosnya,"
Kediri (Antara Jatim) - Aparat Kepolisian Resor Kediri Kota, Jawa Timur, menahan tiga pengedar sabu-sabu, yang salah satunya adalah perempuan.


Kepala Satuan Reserse dan Narkoba Polres Kediri Kota AKP Siswandi
di Kediri, Rabu mengemukakan perempuan yang tertangkap itu berinisial AN
(25), warga Kelurahan Kalisari, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya.


"Petugas mendapatkan infomrasi jika yang bersangkutan melakukan
transaksi narkoba jenis sabu-sabu. Setelah dilakukan serangkaian
penyelidikan, petugas menangkap yang bersangkutan di tempat indekosnya,"
katanya.


Ia mengatakan, AN yang juga seorang "sales promotion girl" (SPG)
produk rokok tersebut ditangkap di tempat indekosnya, tepatnya di
Kelurahan Semampir, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, dan polisi
menemukan sejumlah barang bukti, yaitu satu pipet kaca berisi sabu-sabu.
Petugas juga langsung membawa yang bersangkutan ke Markas Polres Kediri
Kota untuk dilakukan pemeriksaan.


Selain menahan AN, polisi juga menahan AR (22), warga Desa Kwaron,
Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri. Dari tangan AR, petugas menyita
barang bukti berupa sabu-sabu seberat 0,32 gram serta pipet kaca.


Siswandi menyebut, AR ditahan di Perempatan lampa lalu lintas
Semampir, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Polisi juga membawanya serta
memeriksanya. Penangkapan AR dilakukan, setelah sebelumnya polisi
menahan AN.


Sementara itu, polisi juga terus mengembangkan kasus tersebut dan
dari tempat itu polisi mengamankan seseorang yang diketahui berinisial
ER (22), warga Desa Jabang, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, dengan
barang bukti dua bungkus sabu-sabu seberat 0,75 gram, satu pipet kaca.



Ketiganya hingga kini masih ditahan di Markas Polres Kediri Kota.
Polisi pun masih mengusut asal barang-barang terlarang tersebut. Namun,
dari keterangan awal, barang-barang itu merupakan sisa pesta sabu-sabu
tahun lalu.


"Tentang darimana barang itu, ini yang terus kami kembangkan," ujar AKP Siswandi.


Sementara itu, atas perbutannya ketiganya akan dijerat dengan Pasal
112 Ayat (1) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan
pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun,
serta denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp8 miliar.(*)
Pewarta :
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar