Senin, 27 Maret 2017

Bulog Madiun Gelar Operasi Pasar Cabai Rawit

id Bulog Madiun Gelar Operasi Pasar Cabai Rawit, operasi pasar cabai rawit, harag cabai rawit tinggi, bulog madiun, bulog sub divre 4 madiun, operasi pasar stabilkan harga cabai, Harga Cabai Rawit Madiun Lampaui Rata-Rata Nasional, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan RI Arlinda, Harga Cabai Rawit di Madiun Stabil Tinggi, harga cabai rawit, kabupaten madiun, pasar sukolilo, pasar caruban, Harga Bahan Pokok di Madiun Stabil Tinggi, harga setelah lebaran, lebaran 2016, harga kebutuhan pokok setelah lebaran, Harga Cabai di Madiun Naik Drastis, harga cabai, cabai rawit, cabai merah,cabai madiun, pasar mejayan baru, caruban, Harga Bahan Pokok di Ngawi Mulai Naik, harga bahan pokok, harga kebutuhan pokok, harga sembako, harag cabai, harga bawang merah, bawa putih, harga dagig ayam, telur ayam, daging sapi, hari raya ntal dan tahun baru, natal dan tahun baru, pasar besar ngawi, pasar beran, pasar paron, permintaan konsumen
Bulog Madiun Gelar Operasi Pasar Cabai Rawit
Perum Bulog Sub Divre 4 Madiun saat menggelar operasi pasar cabai rawit di RPK kantor setempat di Kota Madiun, Rabu (11/1) dengan harga Rp80 ribu per kilogram lebih murah dari harga pasar. Operasi pasar tersebut bertujuan untuk menstabilkan harga cabai rawit di pasaran Madiun yang bekisar Rp90 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram. (Foto : Louis Rika). (Bulog Madiun OP Cabai)
Madiun (Antara Jatim) - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre 4 Madiun, Jawa Timur, menggelar operasi pasar cabai rawit merah untuk menstabilkan harga komoditas tersebut di pasaran yang mencapai kisaran Rp95.000 hingga Rp100.000 per kilogram.

"Operasi pasar untuk cabai rawit merah kami lakukan di rumah pangan kita (RPK) yang berada di kantor Bulog Sub Divre 4 Madiun dengan harga lebih murah dari pasaran, yakni Rp80.000 per kilogram," ujar Wakil Kepala Bulog Sub Divre 4 Madiun Edy Sarjono di Madiun, Rabu. 

Menurut dia, operasi pasar cabai rawit merah tersebut telah dilakukan sejak tanggal 9 Januari 2017 dan akan berlangsung hingga harga cabai rawit merah turun ke level normal.

"Animo masyarakat cukup bagus. Rata-rata permintaan per hari selama kita gelar mencapai lebih dari 5 kilogram. Operasi pasar cabai ini akan digelar hingga harga cabai turun ke angka normal yakni di kisaran Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram," kata dia.

Edy menjelaskan, tingginya harga cabai di pasaran membuat Bulog sebagai stabilisator harga harus menjalankan tugasnya, sehingga digelar operasi pasar cabai untuk menekan harga komoditas pedas tersebut.

"Agar tepat sasaran, konsumen yang beli dibatasi jumlah belinya yakni masing-masing satu kilogramuntuk rumah tangga, sedangkan warung atau restoran tiga kilogram," terang Edy.

Bulog Madiun telah menyediakan sebanyak 50 kilogram cabai rawit merah pada operasi pasar kali ini. Cabai tersebut didatagkan dari petani di Ponorogo. Untuk tahap berikutnya, cabai sebanyak 50 kilogram siap didatangkan dari petani di daerah Ngantang, Malang.

Pihakya terpaksa mendatangkan cabai rawit merah dari luar kota, karena petani cabai di wilayah Kabupaten Madiun seperti di Jiwan dan Pilangkenceng mengalami gagal panen akibat curah hujan yang tinggi dan serangan jamur.

Ia menambahkan, melihat animo masyarakat yang cukup tinggi, pihaknya akan menambah jumlah titik pelaksanaan operasi pasar. Yakni di Pasar Besar Madiun dan RPK gudang Bulog di Kelurahan Nambangan Kidul Kota Madiun.

Sementara, salah seorang warga Kota Madiun Nurul Handayani mengaku senang dengan kegiatan operasi pasar cabai di Kantor Bulog Sub Divre 4 Madiun. Selisih harga yang ditawarkan Bulog cukup lumayan.

"Sangat terbantu sekali, apalagi kebutuhan cabai di keluarga saya cukup tinggi yakni mencapai 1 kilogram lebih tiap minggunya. Harga Rp80.000 per kilogram ini sangat terjangkau dibandingkan dengan di pasaran yang masih Rp90.000 hingga Rp100.000 per kilogram," kata Nurul.

Ia berharap kegiatan tersebut (operasi pasar) terus dilakukan oleh Bulog setempat, sehingga harga cabai rawit di pasaran bisa kembali normal. (*)
      
     

Editor: Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.03 seconds memory usage: 0.61 MB