Korban Puting Beliung Jember Masih Tinggal di Tenda Darurat

id korban puting beliung, puting beliung desa pakusari jember, tenda darurat,

Korban Puting Beliung Jember Masih Tinggal di Tenda Darurat

Kondisi rumah korban puting beliung yang masih bertahan di tenda darurat bantuan BPBD Jember (Zumrotun Solichah)

Kami terpaksa tinggal sementara di tenda darurat bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember karena tidak ada biaya untuk memperbaiki rumah yang roboh,
Jember (Antarajatim) - Sejumlah korban angin puting beliung di Desa/Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Jawa Timur masih tinggal di tenda darurat karena masih belum dapat bantuan dari pemerintah kabupaten untuk memperbaiki rumah mereka yang roboh akibat diterjang angin kencang.

"Kami terpaksa tinggal sementara di tenda darurat bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember karena tidak ada biaya untuk memperbaiki rumah yang roboh," kata Riyanto, salah seorang korban bencana angin puting beliung di Desa Pakusari.

Angin puting beliung menerjang lima desa yakni Desa Pakusari, Subo, Jatian, Sumber pinang, dan Kertosari di Kecamatan Pakusari pada 5 Januari 2017 yang menyebabkan rumah rusak sebanyak 315 rumah dan 25 rumah di antaranya roboh atau rata dengan tanah, serta satu gudang tembakau rusak berat.

Hujan deras yang disertai angin puting beliung tersebut juga menyebabkan satu orang meninggal dunia atas nama Musia atau Bu Mutiali (60) dan belasan warga mengalami luka-luka berat hingga ringan hingga dilarikan ke rumah sakit dan puskesmas.

"Sejauh ini kami memperbaiki rumah dengan memanfaatkan beberapa bahan bangunan yang masih bisa digunakan, agar rumah kami bisa segera ditempati lagi. Tenda bantuan BPBD digunakan untuk tempat tinggal darurat," tuturnya.

Ia berharap ada bantuan Pemkab Jember untuk memperbaiki rumah warga yang rusak berat akibat diterjang angin puting beliung, sehingga keluarganya bisa hidup dengan layak seperti sedia kala.

Untuk kebutuhan sehari-hari, para korban angin puting beliung juga mendapat bantuan logistik berupa bahan pokok dari BPBD dan Dinas Sosial Jember.

Sementara Kepala BPBD Jember Djoko Santoso mengaku pihaknya masih belum bisa mencairkan bantuan perbaikan rumah untuk korban angin puting beliung di Desa/Kecamatan Pakusari karena belum ada angggaran.

"Kami sudah melakukan pendataan terhadap rumah warga yang rusak berat dan masih menunggu proses pengajuan anggaran. Kita usahakan secepat mungkin kalau usulan anggaran itu disetujui, maka bantuan perbaikan rumah bisa dicairkan," tuturnya.

Ia berharap masyarakat Jember bisa ikut membantu meringankan beban penderitaan korban angin puting beliung di Kecamatan Pakusari yang kini masih membutuhkan uluran tangan dari para dermawan.(*)
     
     
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar