Selasa, 17 Januari 2017

Mahasiswa AS Studi Komparasi ke Puskesmas Banyuwangi

id Mahasiswa AS Studi Komparasi, Puskesmas di Banyuwangi, layanan kesehatan di Banyuwangi
Mahasiswa AS Studi Komparasi ke Puskesmas Banyuwangi
Seorang mahasiswa asal Amerika Serikat menimang bayi di salah satu puskesmas di Banyuwangi, Selasa (10/1). (istimewa)
Banyuwangi (Antara Jatim) - Sebanyak 38 mahasiswa asal Amerika Serikat melakukan studi komparasi dan melihat dari dekat pelayanan masyarakat di puskesmas di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
     
Puluhan mahasiswa dari Universitas Rhode Island AS yang tergabung dalam program "Global Health Study Program" yang digelar oleh "Indonesia Education Partnership" itu mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan yang berbasis masyarakat di Banyuwangi, Selasa.
     
Mereka antara lain mengunjungi pos pelayanan terpadu (posyandu) dan Puskesmas Sobo di Banyuwangi. Para mahsiswa itu berasal dari empat fakultas, yakni Fakultas Keperawatan, Kesehatan Masyarakat,  Farmasi dan Fakultas Ilmu Politik.
     
Keterangan pers Pemkab Banyuwangi menyebutkan bahwa Puskesmas Sobo sendiri selama ini sudah menerapkan pelayanan berbasis geospasial untuk memantau kesehatan masyarakat setempat.
     
"Founder and Managing Director Indonesia Education Partnership" Brook Williams Ross dalam kunjungan itu mengatakan "global health trip" ini dilakukan untuk mengetahui pelaksanaan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah yang dikunjungi.
     
Terutama, kata dia, bagaimana penyedia layanan kesehatan yang dilakukan pemerintah bisa bekerja bersama dengan masyarakat sekitar.
     
"Lewat program ini kami belajar tentang pelayanan kesehatan yang telah dilakukan oleh negara-negara di dunia, dampak yang dirasakan oleh masyarakat, dan bagaimana warga dan fasilitas pelayanan kesehatan bersama-sama meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," kata Brook saat mengunjungi lokasi posyandu yang digelar di balai pertemuan warga Kelurahan Taman Baru, Banyuwangi.
     
Mengenai dipilihnya Banyuwangi sebagai daerah studi, ia menjelaskan bahwa sebagai daerah yang terus berkembang, Banyuwangi dinilai punya komitmen kuat untuk mewujudkan kesehatan masyarakatnya, termasuk Puskesmas Sobo yang telah melaksanakan program pemetaan wilayah kesehatan dan lingkungan warga.
     
Program tersebut diberi nama Layanan "Mo Duit", akronim dari mobile, terpadu, dan berbasis IT (informasi teknologi). Program ini merupakan pelayanan keliling ke rumah-rumah warga yang dilakukan petugas puskesmas. Bukan sekadar kunjungan konsultasi, mereka juga membawa peralatan medis lengkap dengan paramedisnya, mendatangi rumah warga yang sedang sakit untuk memberikan pengobatan.
     
Setiap kunjungan ke lapangan, petugas puskesmas langsung melakukan pemutakhiran data sebaran masalah kesehatan warga melalui penggunaan sistem geospasial. Melalui sistem geospasial ini dapat dilihat sebaran penyakit kronis, menular, dan kondisi lingkungan warga sekitar.
     
"Kami sangat tertarik. Termasuk bagaimana petugas kesehatan puskesmas bisa bekerja sama dengan masyarakat untuk mencegah dan mengobati penyakit. Apalagi, masyarakat cukup aktif terlibat di dalamnya," kata Brook.
     
Brook juga menyatakan apresiasinya bagaimana pelayanan kesehatan yang dilakukan di posyandu. Selain jadwalnya yang rutin, pelayanan untuk balitanya juga bagus.
     
"Di posyandu ini, selain balita ditimbang dan dicek kesehatannya, mereka juga diberi makanan sehat. Bahkan agar balita nyaman, mereka juga diberi fasilitas berbagai permainan sembari menunggu antrian periksa. Ini kami menyebutnya 'good serving for the children'," ujar Brook.
     
"Di tempat kami tidak ada posyandu. Ibu dan balita langsung pergi ke klinik, pusat-pusat kesehatan atau rumah sakit untuk mendapatkan imunisasi. Berbeda dengan di sini, imunisasi bisa diakses di posyandu yang banyak dilaksanakan di lingkungan warga. dengan jadwal yang sudah ditentukan. Karena itu kami belajar apa yang di negara kami tidak diterapkan," kata dia.
     
Hal yang sama juga diungkapkan salah satu peserta program, Shannon Mac Ayeal. Warga AS yang membutuhkan layanan kesehatan ibu dan anak harus datang ke dokter atau pusat-pusat kesehatan. "Sementara di sini sangat terstruktur dan rapi. Awesome. Honestly, it’s really amazing,” puji Shannon yang merupakan mahasiswa Fakultas Keperawatan di Rhode Island University itu.
     
Studi komparasi para mahasiswa asal AS itu terbagi menjadi dua tim. Selain mengunjungi posyandu di Kelurahan Taman Baru, satu tim lain mengunjungi posyandu yang ada di Kelurahan Kalirejo, Banyuwangi.
     
Saat berkunjung ke Posyandu Sawo di Kelurahan Taman Baru, mereka tampak menyimak dengan baik saat diberi penjelasan prosedur pelayanan posyandu oleh bidan yang bertugas. Sesekali para mahasiswa itu juga mengajukan pertanyaan. Menariknya, saat melihat bayi yang tengah diimunisasi, para mahasiswa itu terlihat gemas dan meminta untuk menggendong sang bayi secara bergantian.
     
Usai melihat pelaksanaan posyandu, mereka berkumpul di Puskesmas Sobo untuk melihat pelayanan kesehatan yang dilakukan puskesmas. "Kami juga ingin tahu permasalahan kesehatan yang dialami warga kota di Banyuwangi," ujar Brook.
     
Sehari sebelumnya, mereka juga mengunjungi Puskesmas Licin untuk melihat bagaimana puskesmas di sana melayani kesehatan para penambang yang memiliki resiko sakit. "Habis mendaki Ijen, dan melihat bagaimana kerja para penambang, kami juga ingin melihat bagaimana pelayanan kesehatan terdekat dengan Gunung Ijen ini," kata Michelle Palmer, salah seorang profesor pendamping mahasiswa dari Fakultas Keperawatan.(*)

Editor: Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.008 seconds memory usage: 0.59 MB