Pemkab Sidoarjo Tunggu Petunjuk Pusat Saat Cabai Mahal

id Pemkab Sidoarjo, Cabai

Pemkab Sidoarjo Tunggu Petunjuk Pusat Saat Cabai Mahal

Harga Cabai Rawit Masih Tinggi Pekerja memisahkan cabai rawit dari tangkainya di Pasar Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/1). Meski mengalami penurunan, harga cabai rawit di pasar tersebut masih relatif tinggi. Untuk cabai rawit berkuliatas ba

Sidoarjo (Antara Jatim) - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo masih menunggu instruksi dan petunjuk
teknis dari pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi Jawa Timur guna
menyikapi langkah yang harus dilakukan terkait mahalnya harga cabai.


Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sidoarjo Fenny
Apridawati, Selasa mengatakan, pihaknya masih menunggu petunjuk dari
pusat terkait dengan kenaikan harga cabai ini.


"Kami masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat dan juga dari
pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait dengan kondisi ini," katanya.


Ia mengakui, saat ini harga cabai yang ada di Kabupaten Sidoarjo
masih cukup tinggi yakni sekitar Rp95 ribu untuk cabai kecil dan sekitar
Rp25 ribu untuk cabai besar.


"Harga ini memang masih cukup tinggi untuk tingkat pedagang di
sejumlah pasar tradisional yang ada di Kabupaten Sidoarjo," katanya.


Saat ini, kenaikan harga tidak hanya terjadi untuk cabai saja yang
ditemukan di sejumlah pasar tradisional. Pasokan sayur mayur, mulai
wortel, kol dan daun selEdri mulai terlambat akibat cuaca ekstrEm ini.


Keterlambatan pasokan ini, yakni cabAI rawit, cabAI acar dan daun
seledri mendominasi kenaikannya mencapai 50 hingga 100 persen dari harga
normal. Kenaikan ini sudah dirasakan para pedagang sayuran sejak
sepuluh hari terakhir.


Salah satu pedagang Pasar Larangan Sidoarjo, Sudarmi mengatakan,
harga cabai yang sebelumnya dijual dengan harga berkisar antara Rp65
ribu perkilogram, saat ini menjadi Rp100 ribu perkilogramnya.


"Sementara untuk daun seledri naik 100 persen. Sebelumnya dijual
harga berkisar Rp10 ribu perkilogramnya. Saat ini menjadi Rp20 ribu
perkilogramnya. Sedangkan untuk kol, wortel dan sawi hijau rata naik
menjadi sepuluh ribu rupiah perkilogramnya," katanya.


Pedagang mengaku, kenaikan ini bisa berubah menjadi lebih tinggi
terjadi jika pasokan terus menurun. Diduga turunnya pasokan yang
berpengaruh pada kenaikan harga ini, murni dipengaruhi oleh cuaca
ekstrim yang terjadi pada sejumlah daerah pemasok sayur mayur.


"Kami berharap harga kembali normal seperti semula," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar