Senin, 24 April 2017

Mahasiswa UK-Petra Wakili Indonesia di ASPaC Jepang

id Uk Petra, wakili Indonesia di ajang ASPaC
Mahasiswa UK-Petra Wakili Indonesia di ASPaC Jepang
Keempat mahasiswa UK Petra yang akan mewakili Indonesia di ajang Internasional Asia Student Package Design Competition (ASPaC) 14-20 Januari 2017. (Willy Irawan)
"ASPaC merupakan sebuah wadah kompetisi bagi para mahasiswa desain yang diselenggarakan oleh Japan Foundation dan Japan Package Desaign Association (JPDA) sejak tahun 2010. Selain kami ada dua tim lagi yang berasal dari Jakarta dan Bandung," kata Hana Setiono di kampus setempat, Selasa.
Surabaya (Antara Jatim) - Dua kelompok mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) UK Petra mewakili Indonesia untuk berlaga di ajang Internasional Asia Student Package Design Competition (ASPaC) 14-20 Januari 2017.

Dua kelompok tersebut adalah Hana Setiono Oei dan Jovita Christina Tandono serta Raymond Gunawan dan Marcella yang berhasil menjadi juara 1 dan 2 di kejuaraan ASPaC Indonesia di Jakarta pada 2016 setelah menyisihkan 114 tim dari seluruh Indonesia.

"ASPaC merupakan sebuah wadah kompetisi bagi para mahasiswa desain yang diselenggarakan oleh Japan Foundation dan Japan Package Desaign Association (JPDA) sejak tahun 2010. Selain kami ada dua tim lagi yang berasal dari Jakarta dan Bandung," kata Hana Setiono di kampus setempat, Selasa.

Dia menambahkan dalam kompetisi itu, nantinya dia dan tiga mahasiswa UK Petra lainnya akan bersaing dengan mahasiswa dari tuan rumah Jepang, Korea, Tiongkok, Taiwan, dan Thailand. Dirinya berharap bisa memberikan hasil yang terbaik di Jepang.

Hana menjelaskan, kemasan This Pain is Temporary merupakan packaging pembalut berbentuk novel berseri yang menjadi surprise bagi para gadis yang baru pertama kali mengalami menstruasi.

“Konsep dari logo This Pain is Temporary adalah siklus cuaca. Sebab siklus menstruasi ini sendiri diibaratkan dengan siklus cuaca yang mendung dan hujan deras sedangkan berakhirnya menstruasi diibaratkan dengan matahari kembali bersinar cerah”, ungkap Hana.

Dalam novel berseri ini berisikan lima buku yang menandakan lima hari menstruasi dengan berisikan beberapa ukuran. Menurutnya dengan ini para gadis tak perlu khawatir karena di setiap buku juga berisikan beragam informasi seputar menstruasi.

Seperti novel volume 2 yang diberi judul “you don’t know women” yang berisikan informasi pada gadis remaja bahwa di hari kedua ini perempuan akan merasakan perubahan secara fisik dan emosi sehingga wanita cenderung menjadi susah ditebak.

sementara itu, Raymond Gunawan yang karya Sweet Tale mengatakan, dirinya dan temannya mempersiapkan konsep tersebut hanya dalam waktu empat hari saja.

"Konsep ini berawal dari keinginan agar cerita rakyat Indonesia dapat dikenal di luar negeri maka kami memutuskan membuat Sweet Tale yang terdiri dari tiga kemasan”, urai Raymond.

Raymond menjelaskan, Sweet Tale merupakan sebuah produk manisan yang berisikan manisan tradisional Indonesia, dengan mengusung cerita rakyat yaitu dongeng Timun Mas dari Jawa Tengah.

Dalam kemasan itu terdiri dari tiga yaitu kemasan pembungkus manisan yang bergambarkan bayi dan tokoh-tokoh dari dongeng Timun Mas, kemasan berbentuk buah timun mas untuk melindungi manisan dan bunga sebagai box untuk menyimpan buah timun masnya.

Pada kemasan bunga, disetiap kelopaknya terdapat cerita singkat yang menceritakan dongeng mengenai Timun Mas.

“Produk manisan ini ditujukan untuk sebuah keluarga terutama anak-anak agar manisannya dapat dinikmati secara bersama-sama sekaligus dapat menjadi pembelajaran dalam mengenal cerita rakyat Indonesia bagi anak-anak," kata Marcella yang merupakan kelompok dari Raymond.

Selain itu, dia berharap bisa memperkenalkan budaya Indonesia terutama cerita rakyat kepada masyarakat internasional ketika di Jepang. (*)

Editor: Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0087 seconds memory usage: 0.6 MB