Jumat, 31 Maret 2017

Akreditasi Institusi PTS di Jatim Alami Peningkatan

id Akreditasi PTS, alami peningkatan
Akreditasi Institusi PTS di Jatim Alami Peningkatan
Koordinator Kopertis Wilayah VII Jawa Timur Prof Suprapto (berdiri) memantau langsung sistem layanan di kantornya yang diluncurkan, Jumat. (Willy Irawan)
"Sebanyak lima PTS mendapat akreditasi A, ini naik dari tahun 2015 dengan Jawa Timur dengan hanya tiga PTS yang mendapat akreditasi A," kata Koordinator Kopertis VII Prof Suprapto, DEA, Minggu.
Surabaya (Antara Jatim) - Akreditasi institusi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jawa Timur mengalami peningkatan pada tahun 2016 dibandingkan dengan tahun 2015, kata Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah VII Jawa Timur, Prof Suprapto, DEA.

"Sebanyak lima PTS mendapat akreditasi A, ini naik dari tahun 2015 dengan Jawa Timur dengan hanya tiga PTS yang mendapat akreditasi A," katanya di Surabaya, Minggu.

Secara nasional terdapat 15 PTS yang memperoleh akreditasi A, yang lima diantaranya ada di Jawa Timur, yaitu Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Kristen Petra, Universitas Surabaya, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) dan STIE Perbanas Surabaya.

Hal yang sama juga terjadi pada akreditasi prodi, terutama pada prodi berakreditasi A dan B. Pada tahun 2016, prodi terakreditasi A meningkat sebesar 25 persen dari 73 prodi pada tahun 2015 menjadi 88 prodi pada tahun 2016.

"Sementara prodi berakreditasi B mengalami peningkatan sebesar 28 perse dari 584 menjadi 749 di tahun 2016," jelasnya.

Selain peningkatan kapasitas institusi, Suprapto mengatakan juga terjadi peningkatan kualitas pendidikan dosen. Tahun 2016 terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Untuk kulaifikasi doktor, terjadi peningkatan sebesar 12 persen dari 1.226 pada tahun 2015 menjadi 1.367 pada tahun 2016.

"Demikian juga pada kualitas magister, peningkatannya sebesar 26 persen dari 10.102 pada tahun 2015 menjadi 12.715 pada tahun ini," ungkapnya.

Selian itu, terjadi penurunan yang signifikan terkait dosen yang berkualiifikasi S1, dari 5.072 pada tahun 2015 menjadi 2.993 pada tahun 2016.

"Ini tentu menggembirakan. Lulusan S1 tidak layak menjadi dosen sehingga harus melanjutkan lagi ke S2 untuk menjadi dosen. Saya berharap tahun ini bisa menguarangi jumlah dosen S1 yang menjadi dosen," tuturnya.

Sementara itu juga terjadi peningkatan jumlah mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi. Dari 349 pada tahun 2015 menjadi 1.025 pada tahun 2016 yakni naik sebesar 194 persen.

Pada tahun 2017 Kopertis akan bertransformasi menjadi lembaga layanan pendidikan tinggi (L2Dikti).

Kami saat ini menunggu keputusan dari Jakarta. Ketika menjadi L2Dikti nantinya Kopertis tak hanya terbatas melayani PTS saja namun juga bisa melayani Perguruan Tinggi Negeri (PTN). (*)

Editor: Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.101 seconds memory usage: 0.58 MB