Wisata Goa Selomangleng Kediri Sumbang PAD Rp710 Juta

id Wisata alam, Goa Selomangleng Kediri, Sumbang PAD, Rp710 Juta, pemkot kediri

  Wisata Goa Selomangleng Kediri Sumbang PAD Rp710 Juta

Wisata sejarah Goa Selomangleng, Kediri, Jawa Timur. (foto dokumentasi.)

"Kami mampu melampaui target. Sebelumnya, ada revisi, dan ternyata mampu memenuhi target pendapatan hingga 104 persen,"
Kediri (Antara Jatim) - Wisata sejarah Goa Selomangleng, Kediri, Jawa Timur, menyumbang untuk
pendapatan daerah di Kota Kediri, Jawa Timur, sebanyak Rp710 juta selama
2016.


"Kami mampu melampaui target. Sebelumnya, ada revisi, dan ternyata
mampu memenuhi target pendapatan hingga 104 persen," kata Kepala Dinas
Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri
Nur Muhyar di Kediri, Rabu.


Ia mengatakan, wisata Goa Selomangleng selama ini menjadi
penyumbang PAD yang terbesar dari beragam wisata di Kota Kediri. Selain
bisa berwisata dengan beragam mainan, di tempat ini juga terdapat
musuem. Anak-anak bisa belajar tentang sejarah, dengan melihat serta
membaca berbagai macam situs yang ada di musueum.


Nur mengatakan, pemerintah berencana menambah fasilitas di 2017
ini, misalnya mushala, toilet, maupun hutan kota. Seluruh tempat itu
akan dibangun di kawasan wisata. Untuk hutan kota, akan ada beragam
pohon dengan didesain yang bagus, sehingga semakin menambah tempat untuk
bersantai bagi keluarga.


Nur menambahkan, sudah menyiapkan anggaran di APBD 2017 untuk
keperluan penambahan fasilitas di lokasi wisata Goa Selomangleng Kediri
itu. Selain dari anggaran daerah, pemerintah pusat rencananya juga akan
memberikan tambahan untuk bantuan. Namun, besarnya berapa, Nur masih
belum menyebut angka pastinya.


"Yang jelas dari sisi pariwisata, kebudayaan dan sejarah akan
menyatu dengan objek wisata. Di 2017, ada rencana bantuan dari
kementerian, nanti juga akan memakai APBD untuk mempercantik kawasan
itu," katanya.


Walaupun ada penambahan sejumlah fasilitas, Nur mengaku untuk tiket
masuk masih tetap sesuai dengan peraturan yang ada, dimana orang dewasa
Rp4.000 per pengunjung, sementara yang anak-anak Rp2.000 per
pengunjung.


Untuk sementara, Nur juga mengatakan masih fokus pada pembenahan
lokasi wisata, sementara untuk proses ekskavasi belum dianggarkan. Salah
satunya, masih memerlukan kajian lebih lanjut.


Goa Selomangleng terletak di Gunung Klotok, yang merupakan
perbatasan Kota dan Kabupaten Kediri. Dari berbagai laporan peneliti,
Goa Selomangleng disebut sebagai pintu masuk atau selamat datang ke
situs, sehingga dimungkinkan masih ada situs lainnya di atas. Laporan
yang ada, terdapat Goa Selobale serta Watu Tumpang di tempat itu.


Disbudparpora Kediri juga berencana akan koordinasi dengan
Perhutani Kediri, sebagai pemilik wilayah terkait dengan kemungkinan
adanya ekskavasi. Selain itu, komunikasi juga akan dilakukan dengan
masyarakat desa hutan (LMDH), terkait dengan adanya kemungkinan untuk
ekskavasi tersebut.


"Itu nanti ada kerjasama pemerintah daerah, perhutani, dan
melibatkan LMDH. Namun, kami masih terus matangkan kerjasama itu,
spesifiknya di selomangleng. Kami berpedoman dari peneliti, dan
titik-titik itu ada, dari struktur, gundukannya, dan observasi lebih
jauh nanti ada kerjasama," harap Nur. (*)
Pewarta :
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar