Senin, 27 Maret 2017

Soto Kudus BerCita Rasa Suroboyoan

id soto kudus, suroboyo, suroboyoan, cita rasa, kedai taman, warung soto, sendok bebek, STT Telkom
Soto Kudus BerCita Rasa Suroboyoan
Soto Kudus (Antara Jatim/Willy Irawan)
Kita berusaha menyesuaikan dengan lidah orang Surabaya. Orang Surabaya lebih senang dengan rasa asin, ketimbang rasa manis. Jadi, kami menghidangkan kecapnya terpisah, agar mereka yang menuangkan sendiri
Bagi Anda penggemar soto, masih belum lengkap jika belum mencicipi Soto Kudus "Kedai Taman" yang berlakokasi di Jalan Taman Gayungsari Timur No. 7 itu menyuguhkan Soto khas Kudus.

Meski demikian, jangan tertipu dari namanya saja, karena cita rasanya pun sudah disesuaikan ala Suroboyoan.

Ariadi Sudono, pemilik warung Soto Kedai Taman ini mengungkapkan, Soto Kudus memiliki beberapa keunikan dibandingkan dengan soto lainnya. Dimulai dari bahannya, Soto Kudus terdiri dari banyak rempah-rempah.

"Istilahnya kalau orang Jawa menyebutnya jangkep atau lengkap," ucap pria 37 tahun itu.

Lalu, dari segi penyajiannya, Soto Kudus seringkali disajikan dengan mangkok kecil disertai sendok bebek.

"Soto Kudus memang khasnya dengan porsi kecil yang ditempatkan dalam mangkok kecil dan sendoknya dengan sendok bebek," tuturnya.

Menariknya, Soto Kudus ini selalu selalu dihidangkan dengan lauk pendamping, diantaranya tempe dan tahu bacem,  sate telur puyuh dan sate paru, sehingga para penyantap soto juga dimanjakan dengan lauk pelengkap tersebut.

"Karena berlokasi di Surabaya, ada beberapa hal yang perlu diadaptasi. Semisal cara pemberian kecapnya. Kecap merupakan komponen penting dalam Soto Kudus, karena itu saya datangkan langsung dari Kudus. Dibandingkan dengan jenis kecap lainnya, kecap kudus terasa sangat manis," paparnya.

Ariadi menerangkan, jika di tempat soto itu berasal, kecap langsung digabung dengan soto, lalu dihidangkan kepada pelanggan. Namun, di warungnya, soto tidak langsung dicampur dengan kecap, melainkan di meja sudah disediakan sewadah kecap sendiri, sehingga nantinya para pelanggan yang mencampurkan dengan soto pesanannya.

"Kita berusaha menyesuaikan dengan lidah orang Surabaya. Orang Surabaya lebih senang dengan rasa  asin, ketimbang rasa manis. Jadi, kami menghidangkan kecapnya terpisah, agar mereka yang menuangkan sendiri," terang Ariadi.

Adapun dari segi rasa, lulusan Engineering STT Telkom ini mengaku, Soto Kudus memiliki rasa seperti gulai dengan bahan-bahannya banyak berasal dari rempah-rempah.

Selain Soto Kudus, di kedai ini juga memiliki menu lainnya, seperti Tahu Gimbal, Lentog Kudus, Lontong Pecel, Ayam Goreng Kremes, Mie Goreng dan Godhog Jogja.

Terlepas dari itu, usut punya usut, Ardi memulai bisnis kuliner Soto Kudus ini memang karena Soto Kudus merupakan makanan favoritnya sejak kecil.
Hanya saja, pria kelahiran Surabaya itu mengatakan untuk mendapatkan Soto Kudus di Surabaya sangatlah sulit. Tanpa diduga, Ardi mendapatkan istri dari Kudus.

"Barulah saya tertarik di dunia kuliner, dan mencoba keberuntungan saya dengan Soto Kudus ini," terangnya.

Untuk mendapat satu porsi Soto Kudus Ala Suroboyoan Anda cukup merogoh kocek Rp 9.500.(*)

Editor: Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA 2016

Top News
Baca Juga

Generated in 0.0615 seconds memory usage: 0.57 MB