Pacitan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan, Jawa Timur, menyiapkan sedikitnya 13 titik yang akan digunakan sebagai lokasi evakuasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam gempa bumi dengan skala besar dan berpotensi tsunami.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpolinmas) Kabupaten Pacitan, Wasi Prayitno, Minggu, mengatakan, 13 titik ini dipersiapkan menyusul prediksi terjadinya gempa bumi besar sepanjang Pulau Sumatera, Jawa hingga Bali, pascaterjadinya gempa di Sumatra Barat.
"Secara geografis daerah Pacitan berada di pesisir selatan yang berhadapan dengan Samudera Indonesia. Sehingga masuk daerah rawan bencana, termasuk gempa bumi dan tsunami. Sedikitnya 13 titik telah dipersiapkan untuk antisipasi bencana," ujarnya.
Ia mengungkapkan, semua titik evakuasi tersebar di 11 desa di wilayah Kecamatan Kota Pacitan dengan ketinggian lebih dari 15 meter.
Pemilihan lokasi didasarkan pada pertimbangan kemudahan aksesbilitas, baik bagi pengungsi maupun untuk pendirian sarana pendukung, seperti tenda dan dapur umum.
Demikian pula jika dilihat dari akses jalur evakuasi yang sudah dipetakan.
"Kita akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial yang mempunyai Taruna Tanggap Bencana (Tagana) guna menangani masalah ini," katanya.
Menurut dia, klasifikasi daerah rawan bencana di Pacitan merupakan hasil studi dari pusat.
Terlebih lagi, baru saja Kota Padang dan sekitarnya luluh lantak dilanda gempa bumi. Pihaknya tidak memungkiri di wilayah Pacitan gempa bumi sering terjadi, namun masih dalam skala kecil.
"Untuk itu, Warga Pacitan, diimbau oleh pemerintah daerah setempat untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam gempa bumi dan tsunami," katanya.
Jika terjadi gempa, lanjut dia, warga diminta tidak panik dan secepatnya lari menyelamatkan diri. Gempa bumi memang bisa diramalkan terjadi. Namun yang tidak bisa dipastikan adalah kapan waktu gempa terjadi.
Selain penyiapan 13 lokasi evakuasi, pihaknya telah mengantisipasi ancaman gelombang tsunami sebagai dampak terburuk setelah gempa besar.
Yakni, dengan pemasangan tiga unit "Tsunami Early Warning" System (TEWS). Piranti tersebut masing-masing dipasang di permukiman sekitar pantai dan di kantor Kesbangpolinmas sebagai pengendali.
Titik pemasangan sudah ditentukan melalui survei yang dilakukan Lembaga Penelitian dan Antariksa Nasional (LAPAN).
Dengan pemasangan alat pendeteksi tsunami ini diharapkan, warga bisa megetahui gejolak yang terjadi di laut lepas setelah gempa besar melanda Pacitan.
Pemkab Pacitan Siapkan 13 Titik Evakuasi Bencana
Top Stories : Sospol
Tajuk
Tradisi Belanja Lebaran




























