Padang - Jumlah korban akibat gempa bumi yang terjadi di Provinsi Sumatra Barat, Rabu (30/9) petang pukul 17.16 WIB, menurut data sementara dari Posko Satkorlak Kantor Gubernur Sumbar hingga Kamis pukul 11.00 WIB tercatat 215 jiwa.
Korban gempa itu tersebar di tiga daerah, yaitu Padang 139 orang, Kabupaten Padang Pariaman 62 orang, dan Kota Pariaman 14 orang.
Berdasarkan pantauan ANTARA Biro Sumbar, diperkirakan ribuan orang masih terjebak di reruntuhan bangunan, seperti di kawasan Mara Palam Padang, Kantor Adira Finance Sawahan Padang, sejumlah Ruko di Sawahan Kota Padang, Mesjid Nurul Iman, Apotik Sari di depan Mesjid Nurul Iman, dan Gedung Kursus Gama.
Bupati Padang Pariaman Muslim Kasim mengatakan, di daerahnya ada sekitar tujuh kecamatan yang paling paling parah dilanda gempa, yaitu Padang Sago, Sugai Geringging, Aurmalintang, Kampung Dalam, Ulakan, 2x12 Enam Lingkung, dan Tapakis,
"Saat ini kecamatan itu masih terisolir karena jalan akses menuju kecamatan itu terputus," katanya. Dia berharap ada pasokan bantuan melalui angkutan udara untuk menembus isolasi daerah itu.
Sejumlah kabupaten lain di Sumbar yang terkena dampak gempa, yaitu Kabupaten Pessel, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Agam, Kabupaten Solok, dan Kota Solok. Data korban gempa dari daerah itu masih belum masuk ke Satkorlak di Kantor Gubernur Sumbar.
Gubernur Sumber, Gamawan Fauzi, melakukan eksposes data ini di hadapan Mendagri Mardianto, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, dan Menhub Jusman Syafii Jamal.
Berdasarkan pantauan ANTARA, jalan-jalan di Kota Padang masih lengang. Sejumlah jalan tampak retak dan ribuan tiang listrik terlihat belum diperbaiki sehingga distribusi listrik masih mengalami gangguan.
Top Stories : Nasional
Tajuk
Makna Holistik di Balik Mudik Lebaran





























