Rabu, 26 April 2017

Pangdam Minta Anggota Sigap Awasi Perbatasan

id pangdam minta anggota, sigap awasi perbatasan, nunukan - kalimantan timur
Pangdam Minta Anggota Sigap Awasi Perbatasan
Anggota berkemas keperluan pribadi sebelum bertugas
Kediri (Antara Jatim) - Panglima Kodam V/Brawijaya Mayjen TNI Eko Wiratmoko meminta anggota sigap mengawasi daerah perbatasan (Indonesia - Malaysia) mengingat adanya berbagai macam potensi kerawanan kejahatan.

"Potensi kerawanannya 'illegal logging', penyelundupan baju bekas di daerah perbatasan, narkotika, dan banyak lagi," katanya kepada wartawan saat meninjau kesiapan anggota Batalyon Infanteri 521 Kediri, Jawa Timur, yang akan ditugaskan ke Kalimantan Timur, Jumat.

Ia juga meminta, anggota tidak segan menangkap pelaku kejahatan, jika saat patroli. Namun, untuk proses hukumnya tetap diserahkan ke kepolisian sebagai instansi yang berwenang.

"Jika menenemukan, kami tangka, proses lalu serahkan ke polisi, karena kami tidak punya hak untuk melakukan lidik. Nanti mau dibebaskan atau tidak, yang jelas ditangkap dulu," ujarnya.

Ia juga mengatakan, sudah melakukan cek persiapan anggota sebelum berangkat pada 10 Mei 2015. Mereka akan menjaga perbatasan antara Indonesia - Malaysia, di Nunukan, Kalimantan Timur. Sesuai dengan jangka waktu tugas, mereka akan berada di lokasi penugasan itu antara 9-10 bulan.

Sebagai bekal selama bertugas, pihaknya sudah menyiapkan berbagai alat penunjang, baik untuk keperluan pribadi maupun patroli. Sejumlah barang itu, untuk keperluan pribadi ada baju, handuk, peralatan mandi. Untuk persiapan patroli, ada GPS (Global Positioning System) yang menggunakan teknologi terbaru, peta, "handy talky", dan sejumlah perlengkapan lainnya.

Selain itu, mereka juga dilengkapi dengan berbagai senjata api baik laras panjang ataupun pendek serta amunisinya, peralatan kesehatan, peralatan masak, sampai buku bacaan. Seluruh barang-barang itu dikemas sesuai dengan tempat yang telah disediakan. Untuk keperluan pribadi seluruh barang dikemas dalam tas khusus, sementara untuk perlengkapan lain juga dikemas sesuai dengan tempat yang telah disediakan.

Selain persiapan berbagai keperluan baik pribadi ataupun untuk bersama, pihaknya juga memberikan insentif selama bertugas. Setiap anggota mendapatkan dana sekitar Rp1,8 juta per bulan, dimana dana itu bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.

Ia mengatakan, dana itu mencukupi untuk berbagai macam keperluan anggota selama di lokasi penugasan. Mereka juga dibekali dengan berbagai macam bibit, sehingga bisa ditanam dan dimafaatkan untuk keperluan sehari-hari.

"Ada logistik awal saat ke pos, kan belum bisa masak. Nanti, setelah mendapatkan uang lauk pauk bisa belanjakan sendiri, dan uang itu lebih. Mereka bisa menabng dari kelebihan itu," ujarnya.

Secara keseluruhan, Pangdam mengatakan, untuk Batalyon Infanter 521/Dadaha Yodha Kediri, ada 350 anggota yang siap berangkat. Mereka juga sudah menjalani latihan secara disiplin dan siap untuk bertugas.

Pangdam juga sempat melakukan pengecekan kesiapan logistik. Satu per satu, anggota yang diberi tugas menjelaskan kesiapan logistik mereka. Selain itu, ia juga mengecek isi tas anggota. Ia juga memberikan imbauan agar anggota bisa bertugas dengan baik demi menjaga NKRI. (*)

Editor: Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA 2015

Baca Juga

Generated in 0.2318 seconds memory usage: 0.58 MB