Surabaya - Calon Presiden Jusuf Kalla (JK) mengakhiri masa kampanyenya dengan menggelar pertemuan dengan para pengusaha etnis Tionghoa di gedung Empire Palace, Surabaya, Sabtu malam.

JK yang datang didampingi istri, Ny. Mufidah itu mendapat sambutan hangat dari kalangan pengusaha Tionghoa di Surabaya.

Beberapa saat setelah JK memasuki ruang pertemuan pukul 20.00 WIB, para tamu diberi suguhan berupa tayangan masa kecil JK di Sulawesi Selatan hingga kiprahnya di dunia politik melalui layar lebar.

Setelah itu, JK dan tamu undangan menonton penampilan berupa tarian kontemporer yang menggabungkan budaya China dengan budaya Madura.

Yudi Prayanto selaku panitia penyelenggara mengatakan, dalam pertemuan itu sedikitnya 1.500 pengusaha etnis Tionghoa di Surabaya turut hadir.

"Pak JK sebelumnya juga bertemu dengan para pengusaha etnis Tionghoa di Medan dan Jakarta," katanya.

Sementara itu, Hendy Nayogo, selaku Ketua Komite Tionghoa Indonesia Peduli Pemilu, mengatakan, pertemuan itu untuk mendekatkan etnis Tionghoa dengan demokrasi di Indonesia.

"Oleh sebab itu, kami perlu menyambut Pak JK dengan 'Ye Fa Ye Hao' yang kalau diindonesiakan berarti lebih cepat, lebih baik," katanya disambut tepuk tangan hadirin.

Sementara itu, dalam dialog tersebut JK mengatakan, untuk memajukan perekonomian ada dua syarat, yakni investasi pemerintah dan swasta harus naik.

"Bangsa ini sebenarnya punya kekuatan karena kekayaannya melimpah dan potensi sumber daya manusia juga cukup baik," katanya.